Bongkar Rahasia Sukses Kelola AUM Muhammadiyah, PRM Kayuputih dan PCM Kutoarjo Garap Strategi Akar Rumput
PWMJATENG.COM, PURWOREJO — Pengurus PRM Kayuputih Jakarta menyambangi PCM Kutoarjo Jawa Tengah untuk memperkuat tata kelola AUM Muhammadiyah. Pertemuan lintas kawasan ini menjadi ajang penting untuk membedah strategi pengembangan dakwah dan amal usaha dari tingkat akar rumput. Kedua belah pihak membagikan pengalaman nyata dalam membangun kepercayaan warga serta membesarkan unit usaha organisasi.
Pengurus dari Jakarta meninjau langsung sejumlah AUM Muhammadiyah unggulan di Kutoarjo. Lokasi yang menjadi tujuan kunjungan meliputi SD Muhammadiyah Kutoarjo, RS PKU Muhammadiyah Kutoarjo, Masjid Darussalam, dan Gedung Dakwah. Peninjauan ini memberikan gambaran riil mengenai perjuangan merawat aset persyarikatan secara berkelanjutan.
Resep Mengembangkan Ranting dan Amal Usaha
Ketua PCM Kutoarjo, H. Moh. Mansur, S.Pd.I., menyambut hangat kedatangan rombongan. Kunjungan berawal dari silaturahmi keluarga salah satu pengurus yang berdomisili di Kutoarjo. Momentum tersebut berkembang menjadi ruang dialog produktif antara pengurus PCM Kutoarjo dan perwakilan Jakarta.
Wakil Ketua PRM Kayuputih sekaligus Wakil Ketua PCM Rawamangun, Zasirullah Salim, memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai kemajuan AUM Muhammadiyah di daerah lahir dari ketekunan para tokoh lokal. Keikhlasan serta keberanian para perintis menjadi fondasi utama berdirinya sekolah dan rumah sakit.
Zasirullah memaparkan strategi PRM Kayuputih yang sukses meraih penghargaan Ranting Muhammadiyah Award. Pertama, pengurus terus membangun komunikasi intensif dengan tokoh masyarakat. Kedua, pimpinan menjaga transparansi pengelolaan dana wakaf secara ketat.
Langkah ketiga berfokus pada sinergi dengan organisasi otonom seperti ‘Aisyiyah dan pemuda. Selanjutnya, ranting memperluas kolaborasi antarlembaga serta rutin melatih kapasitas para dai. Rencana digitalisasi manajemen dakwah juga disiapkan demi menggaet generasi muda.
Kekuatan Wakaf dan Kepemimpinan Integratif
Perkembangan amal usaha Muhammadiyah tidak terlepas dari peran peninggalan para tokoh. Zasirullah mencontohkan warisan almarhum H. Suryadi yang memberi manfaat luas bagi warga Kutoarjo maupun pembangunan Islamic Center di Jakarta. Keberanian memulai pembangunan masjid dengan niat ikhlas terbukti selalu membuka jalan dukungan masyarakat.
Dalam diskusi internal, pengurus menegaskan bahwa pengajian rutin menjadi indikator utama hidupnya ranting. Pengembangan ranting Muhammadiyah harus menyentuh jamaah secara langsung, bukan sekadar urusan administrasi.
Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purworejo yang turut hadir merumuskan empat kunci kepemimpinan persyarikatan. Seorang pimpinan wajib memiliki integritas, kapasitas pengelolaan, kemampuan berkolaborasi, dan keikhlasan. Keikhlasan menjadi faktor penentu keberhasilan menggerakkan organisasi.
Pertemuan dua hari ini membuahkan komitmen kerja sama yang lebih konkrit. Sinergi antardarah akan berlanjut pada bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Seluruh pengurus sepakat untuk terus menguatkan AUM Muhammadiyah demi menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Kontributor: Akhmad Maulidin
Editor: Akmal



