Kawal Makan Bergizi Gratis, LHKP PWM Jawa Tengah Gelar PIKREG II di Semarang
PWMJATENG.COM, SEMARANG — Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah bersiap menggelar Pelatihan Ideologi Kepemimpinan Regional II di Hotel Grasia, Kota Semarang, Sabtu (10/10/2026). Forum strategis ini hadir untuk mengawal serta membedah pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis agar berjalan transparan dan berkeadilan.
Selain itu, kegiatan bertema “Pengelolaan Makan Bergizi Gratis yang Berkemajuan dan Berkeadilan” tersebut bakal menghimpun sekitar 150 kader LHKP Muhammadiyah se-Jawa Tengah. Bahkan, jajaran organisasi otonom, akademisi, wakil rakyat, hingga pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi turut mengonfirmasi kehadiran mereka dalam agenda penting ini.
Oleh karena itu, Ketua LHKP PWM Jawa Tengah, Dr. Drs. H. Jayusman Arief, M.M., menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis membawa dampak luas yang melampaui sekadar pembagian pangan harian. Sebab, kebijakan nasional tersebut menyentuh langsung aspek kesehatan masyarakat, tata kelola anggaran negara, hingga kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.
Selanjutnya, proposal kegiatan mencatat bahwa pelaksanaan kebijakan publik membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas dan berbasis data. Maka dari itu, para tokoh pemuda dan praktisi kebijakan publik mengambil peran untuk menjembatani kepentingan pemerintah, perguruan tinggi, serta masyarakat sipil secara konstruktif.
Bedah Lintas Perspektif Pengelolaan MBG Jawa Tengah
Di samping itu, panitia merancang PIKREG II sebagai ruang dialog konstruktif yang mempertemukan berbagai sudut pandang pemangku kepentingan. Lebih lanjut, forum ini menghadirkan Kepala Badan Gizi Nasional, Dr. Sudaryono, B.Eng., M.M., MBA, yang siap memaparkan arah strategis serta tata kelola Makan Bergizi Gratis di tingkat nasional.
Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi IX, Dr. H. Muh. Haris, M.Si., bakal mengulas fungsi pengawasan legislatif terhadap efektivitas program MBG Jawa Tengah. Kemudian, Ketua MPM PP Muhammadiyah, Dr. M. Nurul Yamin, M.Si., bersama jajaran PWM Jawa Tengah, Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag., menyampaikan sudut pandang persyarikatan.
Tidak hanya itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Semarang, Prof. Dr. Masrukhi, M.Pd., ikut memperkuat analisis dari kacamata akademis. Pada saat yang sama, para praktisi pengelola SPPG Muhammadiyah turut membagikan pengalaman lapangan terkait manajemen dapur, standar operasional, hingga kendala distribusi Makan Bergizi Gratis.
Hasilnya, kehadiran para pengelola lapangan ini menjadi kunci penting untuk memetakan tantangan nyata di lapangan. Dengan demikian, tim evaluasi dapat mencakup aspek pengendalian mutu, keamanan pangan, hingga kepastian rantai pasok bahan baku lokal secara rinci.
Pengawasan Program MBG dari Hulu ke Hilir
Oleh sebab itu, LHKP PWM Jawa Tengah mendorong pengawasan program MBG secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Dalam hal ini, pendekatan pelatihan meliputi dialog kebijakan, studi kasus, serta simulasi advokasi agar para kader memiliki kapasitas kritis berbasis data dalam mengawal kebijakan publik.
“Pertanyaan pentingnya bukan hanya berapa banyak makanan yang kami bagikan, melainkan apakah makanan itu benar-benar bergizi, aman, dan tepat sasaran,” ujar Jayusman Arief. Selain itu, ia menambahkan bahwa akuntabilitas pengelolaan menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.
Melalui konsolidasi ini, kader Muhammadiyah siap merumuskan rekomendasi konkret serta menjalankan fungsi pemantauan program Makan Bergizi Gratis di daerah masing-masing. Alhasil, langkah nyata tersebut menjadi wujud komitmen Islam Berkemajuan dalam menghadirkan solusi bagi pembangunan bangsa.
Dari Forum Menuju Rekomendasi Kebijakan Daerah
Pada akhirnya, PIKREG II menargetkan keluaran konkret yang tidak berhenti saat acara selesai. Sebaliknya, para peserta akan membentuk jejaring pengawasan kebijakan publik untuk melanjutkan agenda advokasi dan pemantauan program MBG di daerah.
Selanjutnya, panitia melanjutkan rangkaian acara dengan Rapat Koordinasi LHKP se-Jawa Tengah guna memperkuat konsolidasi kader. Dampaknya, langkah ini memastikan setiap gagasan strategis dapat terimplementasi secara nyata dalam pengawasan kebijakan di tingkat kabupaten dan kota.
Sebagai penutup, LHKP PWM Jawa Tengah menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat sipil bertujuan untuk menghadirkan solusi berbasis data. Maka, pengawasan ketat terhadap program Makan Bergizi Gratis menjadi investasi penting demi mencetak generasi masa depan Indonesia yang unggul.
Kontributor: LHKP PWM Jawa Tengah
Editor: Akmal



