Berita

Strategi Dakwah Memikat Dikupas Tuntas dalam Workshop Mubaligh Muhammadiyah di Klaten

PWMJATENG.COM, KLATEN – Otak manusia terbukti mengingat cerita 20 kali lebih kuat daripada pembacaan dalil secara datar. Oleh karena itu, para mubaligh Muhammadiyah kini mulai mengadopsi teknik komunikasi modern untuk memikat hati jamaah.

Pendekatan baru tersebut mengemuka dalam Workshop Public Speaking Mubaligh dan Mubalighat PDM Klaten di Pendopo Kabupaten Klaten, Ahad (1/11/2026). Melalui agenda ini, Majelis Tabligh bersama Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) PDM Klaten membekali peserta agar mampu menyampaikan pesan dakwah secara mencerahkan sekaligus membahagiakan.

Wakil Ketua PDM Klaten, Agus Krisnadi, M.M., menegaskan pentingnya peran nyata penceramah di tengah masyarakat. Menurutnya, seorang mubaligh Muhammadiyah harus mampu menghadirkan solusi konkret atas berbagai persoalan umat.

“Acara ini sangat bermanfaat. Kami berharap para dai dapat memberikan solusi nyata saat berbaur di masyarakat,” kata Agus Krisnadi.

Selain itu, Agus mengingatkan poin kedua Kepribadian Muhammadiyah. Ia meminta setiap kader terus memperbanyak kawan serta mengamalkan ukhuwah islamiah secara tulus.

Metode Dakwah Interaktif dan Data Konkret

Pada kesempatan yang sama, Ketua Majelis Tabligh PDM Klaten, Ustaz Suparta, S.E., mendorong peserta agar konsisten mengasah kapasitas diri. Pihaknya menghadirkan Wakil Ketua PWPM Yogyakarta, Sholahuddin Zuhri, M.Pd. (Gus Sholah), sebagai narasumber utama.

Dalam pemaparannya, Gus Sholah membedah strategi penyampaian materi berbasis Surah An-Nahl ayat 125. Ia menyebut mubaligh Muhammadiyah wajib mengedepankan pendekatan cerdas berbasis data, bukan luapan emosi semata.

Selanjutnya, Gus Sholah menyoroti kesalahan fatal penceramah yang kerap menghakimi audiens. Ia mengingatkan bahwa dakwah yang efektif harus berlangsung interaktif melalui dialog dua arah.

“Jamaah tidak membutuhkan penceramah yang merasa paling pintar. Sebaliknya, mubaligh Muhammadiyah harus memahami sudut pandang jamaah dan menawarkan jawaban atas masalah mereka,” ujar Gus Sholah.

Guna menghidupkan suasana pengajian, penceramah perlu melontarkan pertanyaan pemantik serta humor segar. Bahkan, para dai masa kini sebaiknya memanfaatkan media visual seperti salindia presentasi atau video pendek.

Formula Storytelling dan Bahasa Angkringan

Memasuki materi mau’idhoh hasanah, Gus Sholah memperkenalkan formula empat tahap, yakni Hook, Story, Dalil, dan Closing. Penceramah wajib merebut perhatian audiens pada 10 detik pertama melalui fakta mengejutkan.

Setelah itu, penceramah mengalirkan kisah singkat yang menyentuh, lalu menyertakan satu dalil relevan. Terakhir, mubaligh Muhammadiyah menutup ceramah dengan ajakan aksi nyata yang mudah dipraktikkan jamaah.

Untuk memperkuat daya serap materi, narasumber membagikan lima teknik komunikasi praktis:

  • Rumus 1-3-1: Menggunakan satu ayat pokok, tiga poin penjelasan, dan satu pesan aksi.

  • Metode Jembatan: Menghubungkan fakta harian, perasaan jamaah, hingga pijakan dalil.

  • Teknik Bahasa Angkringan: Memakai analogi lokal yang merakyat alih-alih istilah kaku.

  • Evaluasi Dua Arah: Membuka ruang diskusi singkat setelah ceramah usai.

  • Olah Vokal: Mengatur variasi nada bicara setiap 10 menit agar audiens tidak bosan.

Kunci Sukses Dakwah dari Rumah

Sebelum naik mimbar, setiap mubaligh Muhammadiyah wajib memahami profil audiens dan masalah utama mereka. Langkah pemetaan ini memastikan materi ceramah tetap relevan dengan kebutuhan pendengar.

Di sisi lain, Gus Sholah mengingatkan bahwa keberhasilan dakwah sangat bergantung pada keharmonisan keluarga. Pasalnya, dukungan istri menjadi fondasi utama dalam menopang perjuangan dakwah yang panjang.

“Medan dakwah itu sangat berat. Oleh sebab itu, mubaligh Muhammadiyah membutuhkan dukungan penuh dari keluarga di rumah,” tutur Gus Sholah.

Menjelang akhir acara, peserta antusias mengikuti sesi tanya jawab interaktif. Sebagai penutup, Gus Sholah menegaskan bahwa seluruh teori public speaking tersebut membutuhkan praktik langsung di lapangan.

“Tanpa kesungguhan praktik, semua materi ini hanya menjadi teori. Oleh karena itu, para mubaligh Muhammadiyah harus langsung menerapkannya di masyarakat,” pungkas Gus Sholah.

Kontributor: Muhammad Farhan Al Yuflih KMM PDM Klaten
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

situs slottotoslotpkv gameslk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari initoto 4dsitus totoslot gacorzonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777zonawin777zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777Zonawin777tempur777slot gacorslot gacorslot gacorslot gacorslot gacoratatotoatatotototo 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtoto 4dtogel 4dtogel 4datatotototo 4dtoto 4dtoto 4datatotototo 4dtoto 4dligabolapkv gamespkv games