Baitul Arqam PDM Jepara Latih Puluhan Guru Muhammadiyah Demi Profesionalisme dan Wujudkan Sekolah Unggul
PWMJATENG.COM, JEPARA – Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) menggelar Baitul Arqam PDM Jepara Batch 4 di Hotel Julia Jepara pada Sabtu hingga Minggu, 31 Oktober–1 November 2026. Sebanyak 48 guru Muhammadiyah se-Kabupaten Jepara mengikuti pelatihan khusus ini. Langkah tersebut bertujuan untuk memperkuat ideologi sekaligus profesionalisme para pendidik.
Panitia mengusung tema “Meneguhkan Ideologi dan Profesionalisme, Wujudkan Sekolah Unggul Berkemajuan”. Oleh karena itu, pelaksanaan perkaderan ini menjadi ikhtiar strategis dalam membina kapasitas para guru di lingkungan AUM Pendidikan Jepara.
Penguatan Ideologi dan Dakwah Pendidikan
Saat menyampaikan arahan pada pembukaan acara, Wakil Ketua PDM Jepara Koordinator MPI dan MPKSDI, Agung Riyanto, M.Pd., memberikan penekanan penting. Tokoh ini menegaskan bahwa persyarikatan mendirikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) sebagai wujud nyata dakwah Islam di tengah masyarakat.
Selain itu, Agung menjelaskan bahwa pendirian sekolah Muhammadiyah tidak berorientasi pada keuntungan finansial semata. Lembaga pendidikan ini berdiri murni sebagai manifestasi pengamalan ajaran Islam. Sebab itulah, kegiatan Baitul Arqam PDM Jepara menjadi kebutuhan vital organisasi demi melahirkan kader yang berideologi kuat dan profesional.
Empat Peran Utama Guru Muhammadiyah
Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua PDM Jepara Koordinator Majelis Dikdasmen PNF dan LPCRM, H. Sadali, S.Ag., membuka acara secara resmi. Sosok ini mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan Baitul Arqam PDM Jepara Batch 4.
Selanjutnya, Sadali mengingatkan seluruh peserta tentang kewajiban memiliki Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM). Bahkan, ia menekankan empat peran utama pendidik Muhammadiyah, yakni sebagai pewaris, penggerak, pelopor, dan penyempurna gerakan.
Pada akhir sambutannya, Sadali mendorong guru Muhammadiyah untuk terus memacu prestasi siswa melalui berbagai ajang kompetisi, seperti Olimpiade Nasional Berbasis Muhammadiyah (ONBM). Melalui penguatan berkelanjutan ini, sekolah Muhammadiyah optimistis mampu mencetak generasi berkarakter Islami, unggul, serta berdaya saing tinggi.
Kontributor: Alisa
Editor: Akmal



