SMP UMP Resmi Gelar FORTASI 2026, Wujudkan Sekolah sebagai Rumah untuk Belajar dan Bertumbuh

PWMJATENG.COM, BANYUMAS – SMP UMP secara resmi membuka kegiatan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) 2026 pada Senin, 20 Juli 2026. Pihak sekolah mengusung tema “The Home of Future Leader” dalam acara tahunan ini. Melalui program tersebut, mereka menyambut ratusan peserta didik baru untuk mengenal lingkungan sekolah dengan cara yang menyenangkan.
Langkah awal ini berfokus pada pembangunan karakter dan mempererat ukhuwah antarsiswa. Pihak SMP UMP ingin memastikan seluruh siswa baru merasa aman tanpa ada rasa takut terhadap perpeloncoan. Oleh karena itu, panitia mengemas seluruh rangkaian masa orientasi ini secara humanis dan edukatif.
Budaya Sekolah yang Nyaman
Acara pembukaan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang khidmat. Setelah itu, seluruh peserta menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Sang Surya, dan Mars IPM bersama-sama. Momentum ini sekaligus menjadi penanda dimulainya pekan kedua tahun ajaran baru di SMP UMP.
Kepala SMP UMP, Zahra Ikhsanda, M.A., kemudian memberikan sambutan hangat di hadapan para siswa. Beliau mengajak anak didik baru untuk menganggap sekolah sebagai rumah kedua mereka. Rumah yang nyaman akan membantu siswa untuk fokus belajar, bertumbuh, dan melejitkan potensi diri.
“FORTASI adalah gerbang awal bagi siswa untuk mengenal nilai-nilai Kemuhammadiyahan,” ujar Zahra.
Zahra juga menambahkan bahwa sekolah berkomitmen mencetak generasi yang berakhlak mulia. Pihak SMP UMP berharap masa pengenalan ini mampu melahirkan calon pemimpin masa depan yang berprestasi.
Kedekatan Lewat Kegiatan FORTASI
Dukungan serupa juga datang dari Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Banyumas. Sekretaris Umum PD IPM Banyumas, Alifatul Wazni Bilqisty, turut menyapa peserta dengan penuh antusias. Ia mengajak seluruh siswa baru untuk mengikuti setiap sesi dengan semangat kebersamaan yang tinggi.
Menurut Alifatul, kegiatan FORTASI bukan sekadar acara seremonial untuk mengenalkan fasilitas fisik sekolah. Lebih dari itu, forum ini merupakan wadah ta’aruf yang efektif untuk merekatkan hubungan antarsiswa. Melalui pendekatan tersebut, lingkungan belajar yang saling menghargai akan tercipta sejak hari pertama masuk sekolah.
Setelah sesi sambutan usai, Kepala Sekolah menyerahkan peserta secara simbolis kepada para fasilitator pendamping. Prosesi ini menandai bahwa mentor terpilih siap mendampingi proses adaptasi siswa baru. Mereka akan mengawal seluruh aktivitas peserta selama tiga hari ke depan hingga 22 Juli 2026.
Selama rentang waktu tersebut, para siswa akan menerima materi Al-Islam dan tata tertib sekolah. Panitia juga telah menyiapkan berbagai simulasi interaktif untuk melatih kerja sama tim. Melalui persiapan matang ini, SMP UMP optimistis dapat mewujudkan ekosistem sekolah ramah anak yang berkelanjutan.
Kontributor: Humas SMP UMP
Editor: Al-Afasy



