Kurikulum OBE FAI UMS Diterapkan, Siapkan Lulusan PAI Unggul Siap Kerja

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta mengambil langkah besar untuk meningkatkan mutu lulusan. Kampus ini resmi menerapkan Kurikulum OBE FAI UMS melalui kolaborasi strategis dengan 80 perguruan tinggi nasional demi mencetak sarjana yang kompetitif.
Perkumpulan Program Studi Pendidikan Agama Islam Indonesia (PPPAII) memprakarsai kemitraan berskala besar ini melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) multipihak. Agenda penting tersebut berlangsung di sela-sela Annual International Conference on Islamic Religious Education (AICIRE) 2026 di Bandung, Selasa (15/7/2026).
Sinergi Jaringan Nasional
Dalam kesempatan itu, Wakil Dekan II FAI UMS, Dr. Istanto, S.Pd.I., M.Pd., hadir mewakili pihak kampus. Sementara itu, Ketua Umum PPPAII, Prof. Dr. Eva Latipah, M.Si., bertindak mewakili asosiasi tersebut.
Sinergi ini melibatkan puluhan penyelenggara program studi Pendidikan Agama Islam dari berbagai wilayah di Indonesia. Oleh karena itu, keterlibatan UMS dalam jejaring akademik nasional ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan standardisasi mutu pendidikan Islam secara masif.
Dr. Istanto menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan strategi nyata untuk memperkuat ekosistem pembelajaran. Melalui wadah PPPAII, pihak fakultas kini memiliki ruang kolaborasi yang jauh lebih luas dalam bidang tri dharma perguruan tinggi.
“Kami ingin memastikan Kurikulum OBE FAI UMS benar-benar melahirkan lulusan yang adaptif. Kerja sama ini memfasilitasi riset bersama, pertukaran dosen, hingga mobilitas mahasiswa antarkampus,” ujar Istanto saat memberikan keterangan pada Senin (20/7/2026).
Fokus pada Kompetensi Kerja
Lebih lanjut, ruang lingkup kesepakatan ini berfokus penuh pada standardisasi pembelajaran modern. Perguruan tinggi peserta akan menyusun profil lulusan, capaian pembelajaran, hingga evaluasi yang berorientasi pada kebutuhan industri kerja saat ini.
Selain pembenahan kurikulum, kolaborasi ini juga membuka pintu bagi program magang mahasiswa dan praktik lapangan yang lebih berkualitas. Mahasiswa program studi Pendidikan Agama Islam nantinya dapat menikmati fasilitas benchmarking dan program pengayaan kompetensi yang teruji di skala nasional.
Pada sektor riset, para pihak sepakat untuk membangun kelompok penelitian kolaboratif dan mempublikasikan karya ilmiah bereputasi internasional. Langkah ini bertujuan mendongkrak rekognisi global bagi institusi maupun para dosen.
Komitmen Mutu Jangka Panjang
Komitmen ini tidak berhenti pada aspek teoretis semata. Program pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan madrasah, pesantren, serta peningkatan kompetensi guru PAI juga menjadi agenda prioritas.
Melalui kemitraan intensif ini, UMS optimistis mampu mewujudkan tata kelola pendidikan Islam yang lebih lincah dan responsif terhadap perubahan zaman. Daya saing lulusan pun otomatis meningkat karena proses belajar mengajar mendapat dukungan dari basis data kepakaran yang kuat.
Kedua pihak menyepakati Nota Kesepahaman ini berlaku selama lima tahun ke depan. Rencana aksi nyata selanjutnya akan tertuang dalam dokumen Perjanjian Kerja Sama (MoA) yang memuat target serta indikator capaian yang jelas.
Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy



