Silaturahmi Penuntun Se-Indonesia Jadi Ajang Perkuat Koordinasi dan Kebersamaan

PWMJATENG.COM, Surakarta — Kafilah Penuntun Hizbul Wathan Mohammad Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar Silaturahmi Kafilah Penuntun Se-Indonesia pada Rabu (15/4) secara daring melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi forum awal untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan solidaritas antarpenuntun kafilah di berbagai daerah.
Forum nasional ini diinisiasi sebagai wadah untuk mempererat hubungan antarkafilah sekaligus meningkatkan sinergi dalam bidang perkaderan, pendidikan, dan pengembangan organisasi. Selain itu, silaturahmi juga menjadi ruang diskusi bersama dalam merespons isu-isu strategis, khususnya persoalan lingkungan.
Melalui forum tersebut, para penuntun diharapkan dapat membangun gerakan bersama yang lebih terarah dan kolaboratif. Sinergi lintas daerah dinilai penting untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat serta memperkuat kontribusi kader Hizbul Wathan bagi bangsa.
Ketua Kwartir Pusat Hizbul Wathan, Ramanda Aman, menilai kegiatan semacam ini perlu dijadikan agenda rutin sebagai media komunikasi antar-Kafilah PTMA se-Indonesia. Menurut dia, kader Penuntun juga perlu meneguhkan kembali ideologi Hizbul Wathan dan Muhammadiyah dalam setiap langkah organisasi.
“Seluruh proses, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi harus berpedoman pada ideologi, karena ideologi HW adalah ideologi Muhammadiyah,” ujarnya.
Apresiasi juga datang dari Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Tengah. Forum ini dinilai mampu mempererat ukhuwah sekaligus membangkitkan semangat gerakan Hizbul Wathan, terutama bagi PTMA yang belum aktif.
“Melalui forum ini diharapkan ukhuwah semakin kuat dan semangat berhizbul wathan terus tumbuh, sejalan dengan semboyan Fastabiqul Khairat,” ujarnya.
Pembina Hizbul Wathan UMS, Ramanda Halim, turut mengapresiasi inisiatif tersebut. Ia menilai kegiatan ini menunjukkan kepedulian kader, tidak hanya terhadap keberlanjutan organisasi, tetapi juga terhadap isu-isu strategis yang menjadi perhatian bersama.
“Ini adalah bentuk nyata kepedulian kader, tidak hanya terhadap organisasi tetapi juga terhadap persoalan lingkungan yang saat ini menjadi perhatian bersama,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Kafilah Hizbul Wathan UMS, Rakanda Azibsyah, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pertemuan formal. Menurutnya, silaturahmi tersebut menjadi ruang temu yang dapat mempererat ukhuwah antarpenuntun di seluruh Indonesia sekaligus membuka jalan bagi langkah bersama yang lebih besar.
“Komunikasi harus terus dijaga, kolaborasi diperkuat, dan ghiroh penuntun di masing-masing daerah kembali dihidupkan,” ujarnya.
Melalui Silaturahmi Kafilah Penuntun Se-Indonesia ini, diharapkan terbangun solidaritas yang semakin kuat antarpenuntun. Gerakan bersama yang lahir dari forum ini juga diharapkan menjadi energi kolektif untuk berkontribusi nyata bagi masyarakat, nusa, dan bangsa.
Kontributor: Gissya
Editor: Al-Afasy



