Berita

Minim Modal Nyaleg Pemilu Tetap Bisa Lolos, Anggota DPRD Jateng Ini Bongkar Siasatnya

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN — Keterbatasan modal finansial bukan penjegal utama bagi generasi muda untuk maju sebagai calon anggota legislatif pada pesta demokrasi mendatang. Pesan optimistis itu disuarakan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sofwan Sumadi, di hadapan ratusan kader muda Muhammadiyah Doro, Kabupaten Pekalongan, Ahad (21/6/2026), guna memutus rantai pesimisme publik terhadap tingginya biaya jadi anggota dewan.

Masyarakat sering kali menganggap panggung politik hanya milik kalangan berdompet tebal. Namun, mitos tersebut langsung patah dalam forum silaturahmi yang mempertemukan ratusan warga persyarikatan di Doro.

Politisi asal Pekalongan tersebut menegaskan bahwa pemahaman politik merupakan kebutuhan dasar setiap warga negara. Keputusan politik, menurut dia, melahirkan hampir seluruh aspek kebijakan publik yang menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Semua yang kita lakukan dan nikmati sehari-hari itu adalah semuanya keputusan-keputusan politik. Oleh karena itu, kita tidak boleh menjadi penonton saja. Kita harus paham, terlibat, dan berani berperan serta menentukan arah kebijakan yang berpihak pada kepentingan umat dan bangsa,” ujar Sofwan Sumadi.

Oleh karena itu, kader Nasyiatul Aisyiyah dan pemuda Muhammadiyah harus berani mengambil peran strategis tersebut. Kehadiran aktif generasi muda dalam forum-forum produktif akan menjadi modal awal yang sangat berharga untuk memicu perubahan besar.

Siasat Siasati Biaya Jadi Anggota Dewan

Menatap Pemilu Legislatif 2029, legislator PAN tersebut melihat peluang besar bagi kader daerah. Regulasi pemilu terbaru yang memperketat kuota perempuan 30 persen menjadi pintu masuk potensial bagi kader perempuan.

Ia meminta para kader tidak ciut nyali karena masalah modal nyaleg Pemilu yang sering dianggap mahal. Modal finansial yang terbatas bukan menjadi penghalang utama bagi siapa pun yang berniat tulus mengabdi kepada masyarakat.

“Soal jadi atau tidak jadi itu ketentuan Gusti Allah, tapi kita harus tetap berupaya dan berikhtiar sebaik mungkin. Niat tulus untuk berkhidmat biasanya akan dibuka jalannya oleh Tuhan,” tambah anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah tersebut.

Langkah politik ini mendapat dukungan kuat dari Majelis Ketenagaan dan Sumber Daya Insani (MKSDI) Muhammadiyah. Penguatan kapasitas dan militansi kader hingga ke akar rumput merupakan kunci utama untuk menggerakkan roda organisasi raksasa ini.

Menjaga Integritas Kader Muhammadiyah Akar Rumput

Narasumber dari MKSDI, Gigih Setyanto, mengingatkan bahwa kebesaran aset organisasi tidak akan berdampak tanpa loyalitas kader yang tangguh. Pihaknya merilis tiga kriteria utama yang wajib melekat pada diri setiap kader pilihan.

Kriteria pertama adalah komitmen tinggi dalam melaksanakan amanah organisasi dengan etos kerja terbaik. Selanjutnya, kader harus memiliki konsistensi perjuangan dari awal hingga akhir masa bakti.

“Kader adalah jantung persyarikatan. Kalau kadernya tidak mau mendorong dan mendukung kerja organisasi, Muhammadiyah tidak akan bisa bergerak, bahkan bisa mati,” tegas Gigih Setyanto.

Kriteria terakhir yang tidak kalah penting adalah ketahanan ideologis dan integritas. Setiap warga persyarikatan harus mampu menjaga prinsip organisasi serta berpegang teguh pada manhaj Muhammadiyah di tengah gempuran paham-paham baru.

Realisasi Aspirasi dan Dana Pokir Dewan

Selain memberikan pendidikan politik, momentum reses ini menjadi ajang akuntabilitas publik bagi Sofwan Sumadi. Ia memaparkan berbagai capaian pengawasan intensif, termasuk pengelolaan Balai Benih Sapi dan Domba di Wonosobo.

Wakil rakyat tersebut juga berhasil mengawal realisasi anggaran daerah untuk sektor pendidikan. Kebijakan tersebut berhasil menyalurkan dana Pokok Pikiran (Pokir) Dewan kepada 104 lembaga pendidikan Muhammadiyah, mulai tingkat PAUD hingga perguruan tinggi.

Pertemuan interaktif ini akhirnya ditutup dengan sesi serap aspirasi yang berjalan dinamis. Para kader berharap dialog seperti ini rutin bergulir agar komunikasi politik antara masyarakat Doro dan pemerintah provinsi tetap terjaga erat.

Kontributor: Isa Anshori
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://lppm.isi-ska.ac.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacorzonawin777zonawin777Pkv games