Cegah Tulang Keropos, Lansia Jepara Antusias Ikuti Senam Osteoporosis Lansia Pakai Botol Pasir

PWMJATENG.COM, JEPARA – Klinik Yasmin Medika Jepara mengaktifkan kembali program senam osteoporosis lansia guna mencegah risiko patah tulang di usia lanjut. Puluhan peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) memadati halaman klinik dengan penuh semangat pada Minggu, 26 Juli 2026.
Menariknya, para lansia berusia 50 hingga 70 tahun ini memperagakan gerakan olahraga menggunakan alat bantu sederhana. Mereka memanfaatkan botol berisi pasir hingga dumbbell ringan berbobot 1–2 kilogram sebagai beban latihan.
Instruktur profesional Coach Avin memandu langsung jalannya sesi olah tubuh ini bersama dr. Diny Noorkhayati. Kedua pakar ini memadukan gerakan fisik energik dengan edukasi kesehatan tulang yang mudah peserta pahami.
Inovasi Latihan Beban Sederhana untuk Kepadatan Tulang
Tim medis merancang gerakan senam osteoporosis lansia ini secara khusus untuk merangsang pembentukan massa tulang. Selain itu, latihan beban terukur sanggup memperkuat otot penyangga tubuh secara aman.
Coach Avin menegaskan bahwa kesehatan jaringan tulang membutuhkan stimulasi fisik yang tepat. Minum susu atau suplemen kalsium saja tidak cukup tanpa adanya aktivitas bergerak.
“Tulang merespons gerakan beban dengan cara memperkuat strukturnya sendiri. Lewat gerakan sederhana ini, kita membantu peserta Prolanis tetap mandiri dan terhindar dari risiko jatuh,” ujar Coach Avin di sela-sela acara.
Melalui pendekatan preventif tersebut, Klinik Yasmin Medika Jepara ingin membuktikan bahwa latihan beban lansia tidak bertujuan membentuk otot secara berlebihan. Fokus utamanya terletak pada peningkatan fungsi keseimbangan tubuh harian.
Kolaborasi Medis dan Olahraga Cegah Patah Tulang
Kondisi pengeroposan tulang memang rentan menimpa kelompok lansia, terutama perempuan pasca-menopause. Jika tubuh jarang bergerak, proses regenerasi tulang akan melambat secara drastis.
Dokter Diny Noorkhayati menjelaskan bahwa program senam osteoporosis lansia ini merupakan bentuk kolaborasi inovatif. Gagasan ini lahir setelah pihak medis berdiskusi intensif bersama instruktur olahraga terkait kebutuhan peserta Prolanis.
“Pelayanan kesehatan tidak boleh hanya berfokus pada pengobatan saat warga sakit. Kami ingin membantu masyarakat mencegah tulang keropos melalui aktivitas fisik yang menyenangkan,” tutur dr. Diny Noorkhayati.
Langkah preventif ini terbukti efektif menarik antusiasme warga. Para peserta tidak hanya mendapatkan kebugaran fisik, tetapi juga ruang interaksi sosial yang meningkatkan kepercayaan diri mereka.
Komitmen Layanan Kesehatan Holistik di Jepara
Pengaktifan kembali senam osteoporosis lansia menegaskan komitmen klinik dalam menghadirkan layanan promotif dan preventif. Inovasi kesehatan tidak selalu membutuhkan teknologi mahal, melainkan konsistensi program yang berdampak nyata.
Para peserta Prolanis pun menyambut gembira kebangkitan program kebugaran ini. Mereka saling memberikan motivasi saat mempraktikkan setiap tahapan latihan beban dari awal hingga selesai.
Melalui rutin mengikuti latihan, menjaga asupan nutrisi, dan melakukan pemeriksaan berkala, lansia dapat menekan risiko fraktur tulang. Klinik Yasmin Medika Jepara berjanji akan terus mengawal kegiatan positif ini secara berkelanjutan.
Kontributor: Muslim
Editor: Alafasy



