Santri Ponpes Asy Syifa Jepara Unjuk Kebolehan Pidato 4 Bahasa di Pelantikan ISTM 2026

PWMJATENG.COM, JEPARA — Ratusan santri Ponpes Asy Syifa Jepara memukau jajaran pengasuh dan tamu undangan lewat aksi pidato dalam empat bahasa. Unjuk kebolehan public speaking bahasa Arab, Inggris, Indonesia, serta Jawa ini mewarnai acara pembukaan Muhadhoroh 4 Bahasa sekaligus pelantikan pengurus organisasi santri.
Pengasuh menggelar agenda tahunan tersebut di Halaman Asrama Putra Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo, Jepara, Sabtu malam (25/7/2026). Momentum ini menjadi pembuka program pembinaan kepemimpinan dan dakwah santri untuk periode 2026/2027.
Tiga santri pembawa acara (Master of Ceremony) langsung membuka acara secara megah menggunakan bahasa Arab, Inggris, dan Indonesia. Selanjutnya, gema tilawah Al-Qur’an menambah kekhidmatan suasana malam pembukaan tersebut.
Para santri kemudian bergantian menyampaikan orasi ilmiah serta dakwah dalam Muhadhoroh 4 Bahasa. Pengasuh juga menyisipkan pementasan drama dan seni nasyid dari santri tingkat SMP serta SMA untuk memeriahkan suasana.
Estafet Kepemimpinan Santri Ponpes Asy Syifa Jepara
Selain ajang unjuk bakat berbahasa, santri Ponpes Asy Syifa Jepara juga melangsungkan prosesi Serah Terima Jabatan dan Pelantikan ISTM 2026 (Imarah Syu’unit Tholabat Muhammadiyah). Agenda ini menjadi simbol penyerahan estafet kepemimpinan pengurus organisasi santri masa khidmah 2026/2027.
Seluruh jajaran pengurus baru mengucap janji jabatan dengan penuh khidmat di hadapan ratusan santri lainnya. Prosesi ini menegaskan komitmen generasi penerus untuk melanjutkan roda organisasi dan pengabdian di pesantren.
Wakil Direktur Pondok Pesantren Modern Asy-Syifa’ Muhammadiyah Blimbingrejo, Ustaz Nur Rofik, S.Pd., secara resmi membuka rangkaian kegiatan tersebut. Beliau hadir menyampaikan amanat penting mewakili Direktur Pondok yang berhalangan hadir.
Membentuk Dai dan Pemimpin Masa Depan
Dalam amanatnya, Ustaz Nur Rofik memotivasi seluruh santri Ponpes Asy Syifa Jepara agar memanfaatkan wadah latihan pidato ini secara optimal. Kegiatan ini bertujuan melatih keberanian berbicara di depan umum sekaligus mengasah kemampuan berdakwah para santri.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir generasi santri yang percaya diri saat berdakwah. Mereka juga harus terampil berkomunikasi dalam berbagai bahasa serta siap menjadi pemimpin umat yang amanah,” ujar Ustaz Nur Rofik.
Beliau menambahkan bahwa penguasaan public speaking santri menjadi kunci penting pembentukan karakter kepemimpinan sejak dini. Pesantren terus berkomitmen mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual dan memiliki akhlak mulia.
“Dari kata-kata lahir kepemimpinan, dari ilmu lahir peradaban. Semoga ikhtiar ini melahirkan generasi dai, pendidik, dan pemimpin Islam yang bermanfaat luas bagi masyarakat,” pungkas Ustaz Nur Rofik.
Kontributor: Fasichu Thoriqul Haq
Editor: Alafasy



