Berita

Refleksi 100 Tahun: Saat Nama Kita Terhapus dan Jejak Digantikan Generasi Baru

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Masjid Transit Hj. Mutimah Dahlan, Doro, mendadak senyap saat Ustaz Zidan Idrinsa melontarkan pertanyaan reflektif di tengah Kuliah Tujuh Menit (Kultum). Di hadapan jamaah yang singgah maupun warga lokal, ia membedah hakikat dunia yang sering kali menipu mata manusia.

Ustaz Zidan membuka tausiyahnya dengan memosisikan dunia bukan sebagai rumah, melainkan sekadar fasilitas titipan Allah SWT. Ia mengajak jamaah merenungkan cara mereka memperlakukan fasilitas tersebut.

“Dunia adalah fasilitas kita. Pertanyaannya, apakah kita hanya akan sibuk menikmatinya hingga lupa bahwa hidup ini tidak panjang, atau justru menggunakannya sebagai modal untuk pulang?” ujarnya. Ia menegaskan bahwa setiap detak jantung di bumi adalah penentu nasib di keabadian.

Dalam pesan yang menggetarkan batin, Ustaz Zidan menggambarkan perubahan zaman yang niscaya. Ia mengingatkan bahwa dalam 100 tahun ke depan, rumah dan kota yang kita banggakan akan diisi oleh orang-orang baru. Nama kita mungkin akan terhapus dari ingatan dunia, digantikan oleh generasi yang sama sekali tidak mengenal kita.

Beliau memaparkan tiga realitas maut yang tak terelakkan:

  1. Kehilangan Kendali: Perpindahan dari dunia yang begitu cepat, tanpa peduli pagi atau malam.
  2. Rumah Masa Depan: Deskripsi liang lahat sedalam 1,5 meter sebagai satu-satunya aset yang tersisa bagi manusia.
  3. Pertanggungjawaban: Pentingnya amal saleh yang diibaratkan sebagai “sosok hijau”—cahaya penolong di tengah keterasingan alam kubur.

Di penghujung kultum, Ustaz Zidan mengajak jamaah kembali menjadikan Al-Qur’an sebagai standar perilaku. Jangan sampai penyesalan datang saat nyawa sudah di kerongkongan, di mana manusia ingin kembali ke dunia hanya untuk memperbaiki satu sujud namun waktu telah habis.

“Pikirkanlah dirimu sekarang untuk waktu yang akan datang. Pastikan setiap tindakan kita selaras dengan kitab suci sebelum maut menjemput tanpa permisi,” tegasnya.

Suasana haru menutup majelis tersebut. Doa pun dipanjatkan agar pertemuan di Masjid Transit ini menjadi “ruwatan” batin yang menjaga iman jamaah hingga akhir hayat kelak.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/