Berita

KH Harun Bajuri di PCM Doro: Sahur Bukan Sekadar Makan, Tapi Puncak Waktu Istighfar

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Menyemarakkan syiar bulan suci, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Doro menggelar Kajian Menjelang Berbuka dengan menghadirkan sosok ulama karismatik, KH Harun Bajuri. Dalam tausiyahnya, beliau mengingatkan jemaah agar tidak terjebak dalam rutinitas fisik puasa semata, melainkan cerdas dalam mengoptimalkan waktu-waktu emas yang Allah berikan.

KH Harun Bajuri menekankan bahwa waktu sahur, khususnya sepertiga malam terakhir, memiliki derajat keagungan yang luar biasa. Merujuk pada Al-Qur’an Surah Az-Zariyat ayat 17-18, beliau menjelaskan bahwa ciri orang bertakwa adalah mereka yang justru terjaga saat orang lain terlelap.

“Waktu pukul 03.00 pagi sampai Subuh itu adalah waktu tertinggi untuk beristighfar. Sering kali kita hanya fokus pada menu makan sahur, padahal itu adalah saat di mana Allah menunggu hamba-Nya bersimpuh memohon ampunan,” ujar KH Harun Bajuri. Beliau sangat menganjurkan jemaah untuk mendawamkan bacaan Sayyidul Istighfar di waktu tersebut.

Selain sahur, beliau menyoroti fenomena “ngabuburit” yang sering kali menjauhkan jemaah dari doa. Beliau menceritakan kekhusyukan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, di mana jemaah sudah tenggelam dalam doa sekitar 5-10 menit sebelum azan Magrib.

“Jangan habiskan sore hanya untuk jalan-jalan tanpa makna. Lima menit sebelum Magrib, tengadahkan tangan. Berdoalah, karena itu adalah waktu yang sangat mustajab,” pesan beliau kepada jemaah yang hadir di Masjid Muhammadiyah Doro.

Menutup kajian, KH Harun memberikan pesan menyentuh mengenai etika beragama. Di tengah dinamika umat, beliau mengingatkan agar sesama muslim dan para ustaz harus saling menguatkan.

“Orang Islam itu bersanding, bukan bersaing. Para imam mazhab dahulu seperti Imam Syafi’i dan Imam Ahmad saling memuji dan mendukung. Itulah akhlak mulia yang harus kita contoh,” pungkasnya dengan nada teduh.

Kajian ini diakhiri dengan doa bersama, disusul dengan buka puasa berjamaah yang hangat, mencerminkan semangat kekeluargaan warga Muhammadiyah Doro.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/