Redefinisi Cantik di GKR UMS: Muslimah Unggul Itu Berakhlak Mulia dan Berani Bermimpi

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Gema Kampus Ramadan (GKR) 1447 H Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan oase spiritual bagi mahasiswi melalui Kajian Nisa. Bertajuk “Muslimah Produktif: Cantik Akhlaknya, Kuat Mimpinya”, kegiatan ini digelar di Masjid Fadhlurrahman, Kampus 1 UMS, Jumat (27/2).
Kajian ini menjadi ruang refleksi bagi mahasiswi untuk membangun kepercayaan diri yang berlandaskan nilai-nilai keislaman di tengah gempuran standar kecantikan modern.
Narasumber kajian, Dian Ardiyani, S.Th.I., ST., M.Pd., menekankan bahwa standar kecantikan yang sering ditampilkan di media sosial sering kali menjebak perempuan pada aspek fisik semata.
“Kecantikan sejati seorang muslimah tidak diukur dari riasan atau popularitas digital, melainkan dari kemuliaan akhlak. Muslimah yang cantik adalah ia yang mampu menjaga lisan dan budi pekertinya,” tegas Dian di hadapan jamaah putri.
Dian juga memaparkan bahwa menjadi produktif bukan berarti sibuk tanpa arah. Produktivitas seorang muslimah harus memiliki fondasi tujuan hidup yang jelas dan berorientasi pada kemanfaatan.
“Islam tidak melarang perempuan memiliki mimpi besar. Bermimpilah setinggi mungkin, namun jangan tinggalkan kewajiban sebagai hamba Allah. Produktif itu adalah aktivitas yang mendekatkan diri kepada Sang Pencipta,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa Ramadan adalah momentum latihan praktis untuk mengasah kedisiplinan dan pengendalian diri. Merujuk pada Q.S. Al-Baqarah: 183, Dian menyebut bahwa puasa mengajarkan kekuatan sejati dalam menahan nafsu dan amarah.
Menutup kajiannya, Dian memberikan pesan menyentuh tentang konsistensi dalam berproses. “Kita tidak perlu menjadi sempurna untuk memulai, kita hanya perlu istiqomah untuk terus memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya,” pungkasnya.
Melalui program GKR ini, UMS kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan muslimah yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ketangguhan spiritual yang berdampak bagi masyarakat.
Kontributor: Zahra | Humas
Editor: Al-Afasy



