Prinsip Gateni: Lazismu Jepara Konsisten Dampingi Mualaf Pakis Aji Selama 2 Tahun

PWMJATENG.COM, JEPARA – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Jepara bersama Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakis Aji kembali mempertegas keberpihakannya kepada kaum mualaf. Melalui agenda Kajian Al-Islam Mualaf (KIAM), puluhan mualaf di Desa Plajan menerima penguatan spiritual sekaligus paket Kado Ramadhan di Masjid Hammud Al Juwaid Ad Dausiry, Selasa (4/3).
Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi yang hangat, membuktikan bahwa mualaf di wilayah Pakis Aji tidak berjalan sendirian dalam memeluk Islam.
Manajer Lazismu Jepara, Nurcholis, menjelaskan bahwa pendampingan ini merupakan komitmen jangka panjang. Selama dua tahun terakhir, Lazismu aktif membersamai perkembangan spiritual dan sosial para mualaf di Pakis Aji sebagai bentuk pertanggungjawaban dana ZIS dari masyarakat.
“Kami ingin mualaf tidak hanya mendapatkan santunan, tetapi juga pemberdayaan ekonomi ke depannya. Kami berupaya membentuk komunitas mualaf yang solid agar program ini terus berjalan secara berkelanjutan,” jelas Nurcholis.
Senada dengan hal itu, Ketua PCM Pakis Aji, Achmad Nashir, mengaku bangga dengan konsistensi ini. Ia menekankan istilah gateni (peduli dan memperhatikan) sebagai ruh dalam melayani para mualaf. “Kami ingin memastikan saudara-saudara kita ini merasa dirangkul dan menjadi bagian utuh dari komunitas muslim,” ujarnya.
Puncak acara diisi dengan tausiyah mendalam oleh Ustadz Anam Aljavary. Mengusung tema “Ramadhan Bulan Ampunan, Jangan Berlalu Tanpa Perubahan”, ia mengingatkan jamaah bahwa hamba masuk surga karena rahmat Allah, bukan semata hitungan amal.
“Ramadhan berasal dari kata ramda’ yang berarti membakar. Bulan ini hadir untuk membakar dosa-dosa kita. Sungguh celaka bagi mereka yang melewati Ramadhan namun tidak kunjung mendapatkan ampunan karena tidak serius beribadah,” tegas Ustadz Anam.
Acara ditutup dengan penyerahan paket Kado Ramadhan secara simbolis kepada para mualaf. Senyum bahagia terpancar saat adzan maghrib berkumandang, menandai waktu buka puasa bersama yang penuh keakraban. Melalui KIAM, Muhammadiyah Jepara berharap ukhuwah Islamiyah di Pakis Aji semakin mengakar kuat dan mencerahkan.
Kontributor: Andi Purwanto | Humas
Editor: Al-Afasy



