Aksi Nyata PPK Ormawa UMPwr: Sulap Sampah Pantai dan Hasil Laut Kebumen Jadi Ladang Cuan
PWMJATENG.COM, PURWOREJO – Tim PPK Ormawa UMPwr dari UKM Saintek Universitas Muhammadiyah Purworejo sukses menggerakkan warga Desa Karangbolong, Kabupaten Kebumen, untuk memproduksi kecap ikan unik dan kerajinan tangan kreatif per Kamis (11/6/2026). Inovasi berdampak nyata ini sengaja diterjunkan ke lapangan untuk menyulap potensi pesisir menjadi komoditas premium yang siap memikat para pelancong pariwisata daerah.
Komitmen pengabdian masyarakat ini mewujud melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) resmi antara pihak kampus dan otoritas desa, Kamis (11/6/2026). Sinergi institusional tersebut bertujuan melahirkan program pemberdayaan ekonomi pesisir yang terstruktur dan berkelanjutan. Berlangsung dari Juni hingga Oktober 2026, akselerasi program ini menargetkan peningkatan daya saing warga lokal secara signifikan.
Pihak akademisi melihat perlunya intervensi nyata agar masyarakat setempat tidak sekadar menjadi penonton di tengah potensi daerahnya. Dosen Pembimbing tim mahasiswa, Isnaeni Maryam, M.Pd., menegaskan pentingnya kemandirian ekonomi yang berakar pada inovasi pengelolaan sumber daya alam lokal.
“Kami ingin merajut kemandirian ekonomi warga yang berkelanjutan. Masyarakat harus memiliki kapasitas memadai untuk mengolah kekayaan alam pesisir menjadi sumber penghidupan melalui inovasi produk dan pemasaran,” ujar Isnaeni Maryam, M.Pd.
Program Strategis PPK Ormawa UMPwr
Guna merealisasikan target besar itu, tim PPK Ormawa UMPwr langsung mengeksekusi enam program kerja strategis di lapangan. Langkah awal bermula dari kepedulian terhadap kelestarian ekosistem pantai. Para mahasiswa menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kebumen untuk mengedukasi warga sekaligus menggelar aksi bersih pantai bersama. Kemitraan ini berhasil menyulap limbah pantai yang terkumpul menjadi kerajinan eco craft bernilai estetika tinggi.
Selain kerajinan tangan, inovasi sektor pangan menjadi pilar penting berikutnya. Tim mahasiswa mendampingi warga Karangbolong memproduksi kecap ikan secara mandiri. Produk ini mengombinasikan tangkapan laut segar dengan komoditas gula lokal yang melimpah. Inovasi kuliner tersebut diproyeksikan menjadi produk unggulan baru dari kawasan pesisir Kabupaten Kebumen.
Kolaborasi Standardisasi dan Pemasaran Produk
Agar produk buatan warga memiliki daya saing kuat di pasar modern, para mahasiswa juga menggandeng Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Kebumen. Lembaga ini memberikan pelatihan intensif mengenai teknik pengemasan (packaging) serta strategi penjenamaan (branding). Langkah tersebut memastikan seluruh komoditas warga memenuhi standar kualitas pasar industri retail.
Inisiatif konkret dari dunia pendidikan tinggi ini mendapat apresiasi penuh dan dukungan total dari jajaran pemerintah desa. Kepala Desa Karangbolong, Pasiman, memastikan seluruh elemen masyarakat, mulai dari PKK, Karang Taruna, hingga Pokdarwis, akan terlibat aktif.
“Pemerintah desa mendukung penuh langkah mahasiswa UMPwr. Kami berharap kolaborasi ini benar-benar mampu mengangkat potensi lokal dan berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga,” ujar Pasiman.
Sebagai puncak dari pengabdian PPK Ormawa UMPwr, mahasiswa dan warga akan mendirikan Showroom UMKM Karangbolong pada Oktober mendatang. Pusat manajemen terpadu dengan sistem bagi hasil ini akan menjadi etalase komersial mandiri. Fasilitas tersebut siap menangkap peluang ekonomi dari perputaran uang wisatawan di kawasan Geopark Kebumen.
Kontributor: Epin Hidayat
Editor: Alafasy


