Berita

Sasar Gerakan Intelektual, PK IMM Buya Hamka UMP Resmi Meluncurkan Wadah Literasi Digital PENA HAMKA

PWMJATENG.COM, PURWOKERTO – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Buya Hamka UMP sukses menggelar Musyawarah Kerja (Musyker) periode 2026/2027 pada Sabtu (26/9/2026). Selain menyusun agenda kerja, pengurus meresmikan wadah literasi digital terbaru bernama PENA HAMKA. Langkah ini diambil untuk merekonstruksi gerakan intelektual kader di kampus.

Kegiatan bernuansa akademis ini mengusung tema “Rekonstruksi Gerakan Intelektual: Dari Pikiran HAMKA untuk Aksi IMM”. Oleh karena itu, forum tahunan ini menjadi momentum penting bagi organisasi. Pengurus ingin memposisikan PK IMM Buya Hamka UMP sebagai pusat gagasan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Ketua Umum PK IMM Buya Hamka UMP, Tsabit Nur Shofwa, menegaskan pentingnya forum ini. Menurutnya, Musyker menjadi fondasi utama dalam menyatukan langkah perjuangan. Bahkan, forum ini mengukuhkan eksistensi komisariat sebagai pengawal tujuan Muhammadiyah.

“Musyker ini menjadi awal langkah strategis kami. Kami ingin menentukan arah gerak satu periode ke depan. Selain itu, forum ini mengukuhkan komisariat sebagai katalisator gerakan intelektual,” ujar Tsabit.

Inovasi Literasi Digital Kader

Peluncuran PENA HAMKA menjadi momen krusial dalam Musyker IMM UMP kali ini. Akun Instagram ini lahir dari kolaborasi tiga bidang. Bidang tersebut adalah Kaderisasi, Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK), serta Media dan Komunikasi (Medikom).

Ketua Bidang Kaderisasi PK IMM Buya Hamka UMP, Ilyas Fachriansyah, menjadi penggagas utama program ini. Ia menjelaskan bahwa PENA HAMKA hadir sebagai ruang kolektif bertukar gagasan. Melalui platform ini, mahasiswa UMP Purwokerto diajak aktif memproduksi pengetahuan secara digital.

“PENA HAMKA adalah wadah literasi digital bagi kader IMM. Di sini kita berkumpul dan berkarya bersama. Bahkan, kader diajak untuk menjadi penentu arah zaman melalui tulisan, infografis, dan podcast,” tutur Ilyas.

Lebih lanjut, nama HAMKA dipilih untuk meneladani sosok ulama besar Muhammadiyah tersebut. Sosok Buya Hamka berhasil memadukan intelektual dan religiusitas. Oleh sebab itu, simbol pena menggambarkan produktivitas kader dalam melahirkan karya kritis.

Menjawab Tantangan Zaman

Penguatan tradisi literasi digital kader ini hadir untuk menjawab tantangan zaman. Saat ini masyarakat sering menghadapi banjir informasi tanpa pemikiran kritis. Oleh karena itu, PK IMM Buya Hamka UMP berkomitmen menghadirkan ruang diskusi yang sehat.

Ketua Umum PK IMM Buya Hamka UMP, Tsabit Nur Shofwa, berharap wadah ini menunjang kualitas pimpinan dan anggota. Gagasan besar kader kini tidak lagi berhenti di ruang diskusi terbatas. Sebaliknya, karya mereka dapat terdokumentasi dan tersebar luas ke publik.

Melalui Musyker dan penandatanganan program baru ini, PK IMM Buya Hamka UMP membuktikan peran aktifnya. Komisariat siap merawat tradisi keilmuan kampus. Mereka meneruskan semangat Buya Hamka yang menulis dengan iman, berpikir dengan ilmu, serta bergerak dengan hati.

Kontributor: Ilyas Fachriansyah
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *