Petani Tembakau Hanya Jadi Tameng Industri Rokok, MTCC UNIMMA Desak Alih Tanam

PWMJATENG.COM, MAGELANG — Muhammadiyah Tobacco Control Center Universitas Muhammadiyah Magelang (MTCC UNIMMA) membawa angin segar bagi masa depan para petani. Lembaga ini mendorong kolaborasi lintas sektor demi meningkatkan kesejahteraan petani tembakau sekaligus memperkuat kesehatan masyarakat.
Komitmen nyata tersebut mengemuka dalam forum dialog yang berlangsung di Hotel Atria Magelang pada Rabu (17/6). Acara ini mempertemukan para petani, pemerintah daerah, akademisi, hingga jaringan pengendalian tembakau. Mereka bersinergi mengurai tantangan berat serta mencari peluang penghidupan baru yang lebih menjanjikan.
Jerat Industri dan Fakta Kemiskinan
Ketua MTCC UNIMMA, Dr. Retno Rusdjijati, M.Kes., membeberkan fakta miris di lapangan berdasarkan hasil kajian terbaru mereka. Retno menegaskan bahwa selama ini petani tembakau kerap menjadi tameng bagi kepentingan industri rokok raksasa.
“Sektor industri rokok mengambil keuntungan besar, sementara kehidupan petani tembakau tetap tidak sejahtera,” ujar Retno. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa pendapatan para petani justru sering terganggu akibat ketergantungan pada budidaya tanaman tersebut.
Oleh karena itu, MTCC UNIMMA menggunakan hasil riset ini untuk menyusun strategi penyelamatan yang independen. Langkah taktis tersebut bertujuan utama melindungi petani tembakau dari cengkeraman intervensi industri yang merugikan.
Tantangan Harga dan Solusi Diversifikasi
Pada sesi berikutnya, Nugroho Agung Prabowo, Ph.D., memaparkan karut-marut tata kelola sektor pertembakauan. Nugroho menyebutkan bahwa petani tembakau saat ini menghadapi ketidakpastian harga panen yang sangat ekstrem.
Selain modal produksi yang terus membubung tinggi, perubahan iklim juga memperparah risiko gagal panen. Ketergantungan pada komoditas tunggal ini membuat posisi tawar mereka sangat rentan di pasar hulu.
Sebagai solusi konkret, forum ini merekomendasikan diversifikasi usaha melalui budidaya tanaman alternatif. Langkah peralihan tersebut harus menyesuaikan dengan karakteristik keunggulan wilayah masing-masing.
Keberhasilan Nyata Alih Tanam
Perwakilan Forum Petani Multikultur Indonesia (FPMI), Tuhar, membagikan kisah sukses para petani tembakau yang berada di bawah binaan MTCC UNIMMA. Sejumlah petani di berbagai daerah kini mulai memetik keuntungan dari tanaman pangan, kopi, dan hortikultura.
“Alih tanam bukan sekadar mengganti jenis tanaman di lahan,” jelas Tuhar. Menurutnya, proses adaptasi tersebut memerlukan komitmen kuat, pendampingan berkelanjutan, serta kepastian akses pasar dari pemerintah.
Petani terbukti mampu beradaptasi dengan cepat saat menerima dukungan fasilitas yang memadai. Kini, mereka membutuhkan perluasan bantuan modal dan pemasaran agar program alih tanam ini berjalan masif secara nasional.
Perlindungan Kesehatan Generasi Muda
Selain fokus pada perbaikan ekonomi, forum ini juga menyoroti aspek kesehatan masyarakat. Para peserta sepakat mengenai pentingnya melindungi generasi muda dari bahaya konsumsi rokok sejak dini.
Para petani yang hadir bahkan mendukung penuh edukasi dampak rokok secara transparan. Sikap proaktif tersebut menepis anggapan bahwa petani selalu berseberangan dengan kampanye kesehatan.
Sebagai penutup, MTCC UNIMMA meluncurkan berbagai dokumen kebijakan, video dokumenter, serta infografis edukatif. Melalui berbagai media tersebut, mereka berharap pemerintah segera menerbitkan regulasi yang menjamin kesejahteraan petani tembakau di masa depan.
Kontributor: Arina Husnia
Editor: Alafasy



