Dukung Pembangunan Desa, Mahasiswa Geografi UMS Serahkan Peta Desa Waru
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Data geospasial yang akurat menjadi fondasi penting bagi pembangunan desa yang terarah. Namun, banyak desa belum memiliki Peta Desa yang memadai untuk mendukung pengambilan keputusan. Oleh karena itu, mahasiswa Program Studi Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjawab tantangan tersebut melalui Program Seribu Peta Desa.
Sebagai langkah nyata, tim mahasiswa menyerahkan dokumen peta desa secara resmi kepada Pemerintah Desa Waru, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Selanjutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian masyarakat untuk memperkuat pengelolaan wilayah berbasis data.
Sinergi Geografi UMS dan Pembangunan Berbasis Data
Dosen pembimbing, Agus Anggoro Sigit, S.Si., M.Si., memimpin langsung tim yang terdiri dari delapan mahasiswa berbakat. Dalam hal ini, ia menegaskan bahwa Peta Desa merupakan wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, data spasial memiliki peran strategis bagi pemerintah daerah. Lebih lanjut, peta ini dapat membantu perencanaan pembangunan, pengelolaan potensi wilayah, penyusunan kebijakan, serta peningkatan pelayanan publik secara sistematis.
Maka dari itu, tim berharap kolaborasi antara UMS dan Pemerintah Desa Waru terus berlanjut. Di samping itu, mereka ingin menjadikan kegiatan ini sebagai fondasi bagi evidence-based development yang lebih efektif dan efisien di masa depan.
Apresiasi Pemerintah Desa terhadap Kontribusi Mahasiswa
Kepala Desa Waru, H. Padijo Siswo Martono, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata dari mahasiswa dan dosen UMS. Menurut pandangannya, kehadiran peta desa ini memudahkan pemerintah desa dalam mengelola administrasi serta inventarisasi aset.
Selain itu, peta tersebut akan menjadi dokumen pendukung utama dalam menyusun program kerja tahunan. Dengan demikian, pemerintah desa dapat mengambil keputusan yang lebih tepat sasaran bagi masyarakat melalui data yang komprehensif.
Sebagai penutup, kegiatan berlangsung dengan sesi dokumentasi bersama antara tim mahasiswa dan jajaran perangkat desa. Pada akhirnya, momen ini menjadi simbol terjalinnya kerja sama yang solid antara civitas akademika dan pemerintah desa untuk kemajuan wilayah yang lebih baik.
Kontributor: Fika
Editor: Ayma



