Berita

Pesantren Didorong Jadi Pelopor Transisi Energi Berkeadilan

PWMJATENG.COM, JAKARTA — Pesantren dinilai memiliki peran penting sebagai pelopor transisi energi berkeadilan melalui pemanfaatan energi bersih, perubahan perilaku, dan penguatan nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Pandangan tersebut mengemuka dalam diskusi Instagram Live bertajuk “Pesantren Pelopor Transisi Energi Berkeadilan” yang diselenggarakan Institute for Essential Services Reform (IESR) dan GreenFaith Indonesia, Selasa, 17 Maret 2026.

Diskusi menyoroti pendekatan eco-teologi, yakni cara memahami ajaran agama yang mendorong manusia menjaga alam. Dalam pendekatan ini, penggunaan energi bersih dipandang bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tanggung jawab moral.

Wakil Direktur Program 1000 Cahaya Muhammadiyah, Dr. Sudarto M. Abukasim, menegaskan bahwa perubahan perilaku menjadi kunci utama dalam mendorong transisi energi di pesantren.

“Yang paling penting adalah perubahan kebiasaan. Kalau ingin pesantren lebih ramah lingkungan, maka perilaku hemat energi dan peduli lingkungan harus jadi bagian dari keseharian,” ujarnya.

Menurut Sudarto, langkah yang paling sederhana dan terjangkau adalah efisiensi energi. Selain mudah diterapkan, penghematan energi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, termasuk investasi awal pada teknologi energi bersih.

“Dari penghematan energi, ada nilai yang bisa digunakan untuk kebutuhan lain, bahkan untuk mulai berinvestasi pada teknologi energi bersih,” tambahnya.

Ia juga menilai pesantren memiliki potensi besar sebagai pusat dakwah ekologis, baik melalui penyampaian nilai maupun praktik langsung seperti penggunaan energi surya, efisiensi energi, dan pengelolaan lingkungan. Selain itu, ia menyoroti pentingnya data penggunaan energi dan emisi untuk menunjukkan dampak nyata serta mendorong keterlibatan lebih banyak pihak.

Sementara itu, Prof. Dr. Ilfi Nur Diana dari Pesantren Al-Yasini Pasuruan menekankan pentingnya peran pesantren dalam membentuk kesadaran lingkungan sejak dini.

“Santri hidup di pesantren selama 24 jam. Apa yang mereka lihat dan lakukan setiap hari akan membentuk kebiasaan mereka. Ketika pulang, mereka akan membawa nilai itu ke masyarakat,” ujarnya.

Menurut Ilfi, gerakan eco-pesantren dapat dimulai dari langkah sederhana, seperti hemat energi, pengelolaan sampah, dan pemanfaatan potensi lokal untuk mendukung kemandirian komunitas.

Adapun Oemar Teguh S. Laksana dari Pesantren Muhammadiyah Kudus membagikan pengalaman praktik energi bersih di pesantrennya. Sejak 2024, pesantren tersebut telah memanfaatkan biogas dan memasang panel surya atau PLTS, yang disebut mampu menurunkan biaya listrik hingga sekitar 40 persen.

“Selain menghemat biaya, ini juga menjadi pembelajaran bagi santri tentang pentingnya energi bersih,” ujarnya.

Ia berharap semakin banyak pesantren dapat mengakses energi terbarukan dan mengembangkan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Menutup diskusi, moderator M. Maghribul Falah, Manajer Nusa Tenggara Timur Net-Zero Emission (NTT NZE) 2050, menekankan bahwa hubungan manusia dengan alam perlu dilihat secara kolektif.

“Selama ini kita sering melihat hubungan manusia dengan alam itu urusan masing-masing. Padahal, dampak terbesar justru datang dari aktivitas bersama. Karena itu, kesadaran ini perlu dibangun secara kolektif,” ujarnya.

Ia menambahkan, praktik-praktik baik yang telah dilakukan di berbagai komunitas, termasuk pesantren, perlu terus disebarluaskan agar dapat menginspirasi dan direplikasi di lebih banyak tempat.

Dengan semakin banyaknya inisiatif dari tingkat komunitas, pesantren diharapkan dapat menjadi motor penggerak transisi energi berkeadilan sekaligus memperkuat kesadaran lingkungan di Indonesia.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/