Pesantren Muhammadiyah Brebes Bersiap Jadi Pusat Ekonomi Umat
PWMJATENG.COM, BREBES – Lembaga Pengembangan Pesantren Pimpinan Daerah Muhammadiyah menegaskan langkah baru untuk memperkuat peran lembaga agama di daerah. Oleh karena itu, pesantren Muhammadiyah Brebes kini resmi bersiap menjadi pusat kaderisasi sekaligus pusat ekonomi umat melalui penerapan sistem manajemen modern.
Komitmen strategis ini mencetus saat Sosialisasi Sistem Pengelolaan Pesantren Muhammadiyah di Hotel King Royal Brebes pada Ahad, 30 Agustus 2026. Selanjutnya, sebanyak 100 pengelola pesantren serta sekolah Muhammadiyah menghadiri forum ini untuk menyelaraskan standar tata kelola terbaru.
Selain itu, langkah ini merupakan respons cepat atas Surat Edaran LPP Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lembaga ingin mendorong seluruh pondok agar bertransformasi mengikuti perkembangan zaman.
Lima Pilar Utama Pengelolaan Pesantren
Ketua LPP PP Muhammadiyah, Dr. KH. Maskuri, M.Ed., menegaskan bahwa lembaga pendidikan agama harus mandiri. Sebab, beliau memaparkan lima pilar utama pengelolaan pesantren demi memajukan pesantren Muhammadiyah Brebes.
Pilar tersebut mencakup manajemen kelembagaan yang sah, kurikulum terpadu, serta tata kelola keuangan yang transparan. Di samping itu, pengelola harus memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan memperluas jaringan kerja sama.
“Pesantren Muhammadiyah ke depan tidak boleh hanya menjadi tempat mengaji. Lembaga ini harus menjadi pusat peradaban, pusat ekonomi, dan pusat kaderisasi umat,” tegas Maskuri.
Sinergi Eksekutif dan Legislatif
Sementara itu, Ketua LPP PDM Brebes, Kyai Hendi Sudono, menjelaskan bahwa penguatan manajemen membutuhkan dukungan lintas sektor. Bahkan, pihaknya terus membangun komunikasi aktif dengan pemerintah daerah serta jajaran DPRD Jawa Tengah.
Dukungan nyata juga hadir dari Anggota DPRD Jawa Tengah Fraksi PAN, H. Zaky Safrudin Prihatin. Hasilnya, pihaknya siap mengawal regulasi serta alokasi anggaran yang mendukung kemandirian lembaga pendidikan ini.
Dengan demikian, Sekretaris LPP PWM Jawa Tengah, Ustadz M. Ashimul Irfi, memberikan apresiasi tinggi atas langkah cepat ini. Beliau berharap inovasi pengelolaan di Brebes dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di Jawa Tengah.
Akhirnya, melalui integrasi sistem yang rapi, pesantren Muhammadiyah Brebes siap melahirkan generasi unggul yang berdaya saing tinggi serta mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Kontributor: Tarqum Aziz
Editor: Akmal



