Inovasi Pertanian Modern Muhammadiyah Pekalongan: Sukses Panen Raya Jagung Pakai Drone Canggih

PWMJATENG.COM, PEKALONGAN — Majelis Pemberdayaan Masyarakat dan Lingkungan Hidup (MPMLH) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan menggelar Panen Raya Tahap 1 Program JagungMu. Acara strategis ini berlangsung di Area Perkebunan JagungMu Podo, Kecamatan Kedungwuni, pada Ahad (19/7/2026). Langkah nyata ini menjadi bukti kuat komitmen gerakan pertanian modern Muhammadiyah dalam membangun kemandirian pangan umat.
Dalam proyek perdana ini, MPMLH Pekalongan mengelola lahan pertanian produktif seluas 3,8 hektare. Ketua MPMLH PDM Kabupaten Pekalongan, Islah Milono, menjelaskan bahwa masa tanam komoditas ini telah berjalan sejak pertengahan Maret 2026. Pihaknya menanam empat varietas jagung unggulan, yakni Bisi Maskot, Bisi Macho, NK Sakti, dan Dewo 99.
Secara khusus, varietas Bisi Macho akan memasok kebutuhan pakan burung secara luas. Gerakan massal ini terwujud berkat kolaborasi erat bersama Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Pekalongan. Organisasi ini juga mendapat pendampingan intensif dari dinas pertanian setempat serta jajaran pimpinan pusat persyarikatan.
Pamerkan Drone dan Mesin Otomatis
Momentum panen raya jagung ini menjadi ajang unjuk teknologi pertanian canggih. Pengelola mengenalkan aksi drone pertanian DJI Agras T25 yang mampu menyemprotkan pupuk cair secara presisi. Alat modern berkapasitas angkut 25 kilogram tersebut terbukti memangkas waktu kerja para petani di sawah.
Selain drone, para petani juga mengoperasikan mesin Combine Corn Harvester di area kerja. Alat multiguna ini memotong batang, mengupas kulit, hingga memipil biji jagung langsung ke dalam karung. Penerapan inovasi mekanisasi ini secara nyata menghemat biaya operasional dan tenaga kerja lapangan.
Apresiasi Pusat dan Target Ekspansi
Ketua MPM PP Muhammadiyah, Dr. M. Nurul Yamin, M.Si, mengaku sangat bangga atas capaian orisinal di tingkat daerah tersebut. Menurutnya, lagu Sang Surya yang berkumandang di tengah lahan tani mencerminkan marwah perjuangan umat yang sesungguhnya. Pihaknya mendorong pengurus daerah untuk terus merangkul petani kecil lewat program digitalisasi serupa.
Respons positif juga datang dari Wakil Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, H. Drs. Mardi Raharjo. Mardi memuji integrasi nilai spiritualitas melalui pembangunan mushola darurat di area perkebunan tersebut. Kini, organisasi keagamaan ini menargetkan ekspansi program pertanian modern Muhammadiyah ke berbagai lahan tidur potensial di wilayah Kedungwuni.
Kontributor: Imam Setiobudi
Editor: Al-Afasy



