Bantu Petani Desa Sukomulyo, Mahasiswa KKN Bagikan Cara Membuat Pestisida Alami dari Bawang Putih
PWMJATENG.COM, SUKOMULYO – Petani Desa Sukomulyo kini memperoleh solusi hemat untuk mengatasi serangan hama yang merusak tanaman hortikultura mereka. Mahasiswa KKN MAs Kelompok 41 membagikan cara membuat pestisida alami dari bawang putih melalui pelatihan praktis pada 13 Agustus 2026.
Inovasi ini hadir karena ketergantungan warga terhadap bahan kimia sintetis memicu bahaya kesehatan dan kerusakan tanah jangka panjang. Oleh sebab itu, racikan berbasis bawang putih menjadi alternatif pengganti pestisida kimia yang efektif serta relatif murah bagi petani lokal.
Potensi Bawang Putih Pembasmi Hama
Bawang putih mengandung senyawa aktif alisin yang bekerja efektif mengusir serta mematikan berbagai jenis hama pengganggu. Tim mahasiswa KKN MAs memaparkan prinsip pengendalian hama terpadu sebelum memulai sesi demonstrasi.
Warga setempat menyimak penjelasan materi mengenai takaran bahan, teknik penyimpanan, hingga cara kerja senyawa alami tersebut. Sesi edukasi berlangsung interaktif karena peserta aktif menanyakan efektivitas racikan ini untuk skala perkebunan.
Langkah Praktis Pembuatan Pestisida Nabati
Penerapan cara membuat pestisida alami dari bawang putih ini membutuhkan tahapan sederhana yang mudah berdiri di rumah. Pertama, peserta mengupas bawang putih segar lalu menghaluskannya bersama sedikit air menggunakan blender atau penumbuk.
Setelah halus, tim mencampurkan larutan tersebut ke dalam botol dengan tambahan air sesuai takaran terukur. Tim kemudian membiarkan larutan mengalami fermentasi selama 24 jam untuk memaksimalisasi keluarnya kandungan aktif bawang putih.
Langkah terakhir, warga menyaring larutan menggunakan kain bersih guna memisahkan ampas dari cairan murni. Peserta lalu memasukkan cairan hasil penyaringan ke dalam botol semprot untuk siap guna pada tanaman.
Aturan Pakai dan Respon Warga
Petani mengaplikasikan racikan ini dengan menyemprotkan cairan secara merata pada tanaman yang mengindikasikan serangan hama. Tim KKN MAs menyarankan penyemprotan sejak usia 27 Hari Setelah Tanam (HST) demi proteksi dini.
Meskipun aman, pengguna sebaiknya tidak menyemprotkan cairan alami ini setiap hari secara berlebihan. Frekuensi yang terlalu sering justru berpotensi memicu ketahanan imun hama terhadap formula pestisida nabati ini.
Ibu Kepala Desa Sukomulyo bersama warga tampak antusias meracik bahan baku selama sesi praktik berlangsung. Pelatihan di Dusun Bakir, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang ini sukses membekali warga dengan solusi hama tanaman ramah lingkungan secara mandiri.
Kontributor: KKN MAs Kelompok 41
Editor: Akmal



