UMS Library Corner Resmi Dibuka, Langkah Strategis Perkuat Budaya Literasi Sekolah

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berkomitmen penuh dalam memperkuat budaya literasi masyarakat sejak dini. Melalui Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital, UMS resmi meluncurkan fasilitas baru bernama UMS Library Corner. Fasilitas literasi terpadu ini bertempat di Perpustakaan SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta pada Selasa (19/5/2026).
Oleh karena itu, kehadiran fasilitas baru ini menjadi bukti nyata inovasi pengabdian masyarakat dari Perpustakaan UMS. Pihak kampus ingin memperluas jangkauan akses bacaan berkualitas bagi generasi muda. Sebelumnya, mereka juga sukses menginisiasi konsep serupa di sejumlah sekolah menengah wilayah Surakarta.
Inovasi Berkelanjutan Perpustakaan UMS di Sekolah
Kepala Perpustakaan dan Pusat Layanan Digital UMS, Maria Husnun Nisa, S.Sos., M.A., menegaskan tujuan utama program ini. Menurutnya, UMS Library Corner bukan sekadar program seremonial belaka. Sebaliknya, fasilitas modern ini merupakan inovasi berkelanjutan demi memberikan dampak nyata bagi ekosistem pendidikan dasar dan menengah.
“Program ini menjadi bagian dari komitmen UMS dalam mendukung penguatan budaya literasi di sekolah Muhammadiyah. Harapannya, para siswa dapat memanfaatkan Library Corner ini secara optimal,” ungkap Maria pada Rabu (20/5/2026).
Selanjutnya, langkah strategis tersebut langsung mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta, Muhdiyatmoko, M.Pd., menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi. Ia merasa bangga karena sekolahnya terpilih menjadi mitra strategis dalam program unggulan ini.
Komitmen Bersama Tingkatkan Budaya Literasi Siswa
Bahkan, Muhdiyatmoko menilai keberadaan UMS Library Corner sebagai fasilitas masa depan yang sangat ideal. Kehadiran pojok baca ini mampu menunjang pengembangan kompetensi siswa secara mandiri. Di sisi lain, fasilitas tersebut juga akan memperkuat atmosfer akademik di lingkungan sekolah.
Sebagai penutup acara, kedua belah pihak melakukan prosesi penandatanganan nota kesepahaman (MoU) kemitraan. Maria Husnun Nisa dan Muhdiyatmoko menandatangani dokumen tersebut bersama-sama. Kolaborasi resmi ini menjadi bentuk komitmen kuat dalam mengembangkan budaya literasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah Muhammadiyah.
Kontributor: Fika
Editor: Alafasy



