Cetak 100 Pemimpin Masa Depan, MPKSDI Gelar Sekolah Kader Muhammadiyah sebagai Investasi Peradaban
PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekajangan meluncurkan langkah strategis untuk mencetak generasi penerus ideologi gerakan. Melalui Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani, mereka resmi menggelar Sekolah Kader Muhammadiyah di Pekalongan.
Agenda besar ini berlangsung secara intensif selama dua hari pada Sabtu hingga Ahad, 11–12 Juli 2026. Pihak panitia memusatkan seluruh rangkaian acara di Ruang Demon, Gedung Fakultas Kesehatan (Fikes) Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP).
Mentalitas Baja Pemimpin Masa Depan
Kegiatan istimewa ini berhasil menarik perhatian ratusan elemen persyarikatan. Sebanyak 100 peserta dari berbagai tingkatan pimpinan, organisasi otonom, hingga Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Cabang Pekajangan memadati lokasi acara dengan antusiasme tinggi.
Tokoh Muhammadiyah Pekalongan, Luqman Hakim, membuka secara resmi perhelatan kaderisasi tersebut. Dalam sambutannya, Luqman menyampaikan pesan mendalam yang membakar semangat juang seluruh peserta.
“Kader harus selalu siap menghadapi segala kondisi di lapangan. Kita harus tetap berdiri tegak saat orang lain merendahkan, dan wajib tulus mengabdi meski menghadapi hinaan,” tegas Luqman.
Ia menambahkan bahwa pejuang persyarikatan membutuhkan keteguhan hati yang luar biasa. Oleh karena itu, kader tidak boleh rapuh karena kritik keras atau menjadi sombong akibat pujian.
Investasi Peradaban Jangka Panjang
Ketua MPKSDI PCM Pekajangan, Muhammad Khairudin, menyebut gerakan ini sebagai investasi peradaban jangka panjang. Pihaknya sengaja merancang program Sekolah Kader Muhammadiyah ini untuk mempersiapkan pemimpin masa depan di tingkat ranting hingga cabang.
“Kami ingin mencetak kader yang siap berkontribusi total di mana pun organisasi menugaskan mereka. Mereka harus mampu menyumbangkan pikiran, tenaga, hingga materi untuk dakwah,” jelas Khairudin di sela-sela acara.
Khairudin menggarisbawahi bahwa kaderisasi bukan sekadar program seremonial tahunan. Sebaliknya, kehadiran 100 kader terbaik ini menjadi bukti tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlanjutan roda organisasi.
Pembekalan Ideologi dan Kepemimpinan Islam
Selama dua hari penuh, para instruktur memberikan pembekalan materi yang sangat komprehensif. Materi tersebut meliputi penguatan ideologi gerakan, manajemen organisasi modern, metode dakwah, hingga nilai Islam berkemajuan.
Melalui bekal ilmu tersebut, panitia berharap peserta membawa energi baru saat kembali ke lingkungan masing-masing. Alhasil, lulusan Sekolah Kader Muhammadiyah ini siap membawa kemajuan nyata bagi masyarakat luas.
Kontributor: Bono
Editor: Alafasy



