Berita

Santri Mandiri, Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boyolali Padukan Kurikulum dan Keterampilan Hidup

PWMJATENG.COMBOYOLALI – Pondok Pesantren Modern Manafi’ul ‘Ulum Sambi Boyolali terus mematangkan sistem pendidikan mereka. Sekolah ini mengintegrasikan kurikulum akademik, penguatan karakter, dan program keterampilan hidup (life skill) secara nyata. Langkah strategis tersebut menjadi fokus utama dalam Rapat Kerja (Raker) Tahun Pelajaran 2026/2027 hari kedua pada Jumat (10/7/2026).

Mudir Ponpes, Pujiono, membuka langsung kegiatan yang berlangsung di Aula SMP Muhammadiyah Manafi’ul ‘Ulum Sambi ini. Kepala SMP Muhammadiyah Ust. Ahmad Yasin Hadi Pranoto dan Kepala SMA Muhammadiyah Ari Rosmawati turut mendampingi proses pematangan program tersebut.

Pujiono menegaskan bahwa pengembangan lembaga pendidikan Islam abad ini harus berjalan secara terpadu. Oleh karena itu, pihak pengelola menyusun kurikulum pesantren yang terintegrasi penuh antara jenjang SMP dan SMA. Upaya ini memastikan proses pembinaan akademik dan keislaman santri berjalan berkesinambungan.

Sinergi Wali Santri dan Pembiasaan Karakter 24 Jam

Selain membenahi internal sekolah, pihak pesantren juga memperkuat lini eksternal. Pengelola mempererat hubungan dengan Paguyuban Wali Santri dan jaringan alumni sebagai mitra strategis. Di samping itu, Mudir mengingatkan bahwa setiap tenaga pendidik merupakan representasi atau humas lembaga yang wajib menunjukkan pelayanan ramah serta keteladanan.

Sementara itu, tim komisi kurikulum dan kesantrian berhasil merumuskan rancangan penting terkait aktivitas harian. Ust. Fath’ul Ulum memaparkan rancangan Amaliyah Yaumiyah Santri sebagai pedoman formal. Aturan ini mengikat pembinaan ibadah, kedisiplinan, dan budaya belajar santri selama 24 jam penuh di lingkungan pondok.

Mencetak Enterpreneur Melalui Budidaya Ikan dan Menjahit

Lebih jauh, pondok pesantren modern ini juga menyepakati penguatan program keterampilan hidup santri. Program tersebut bertujuan melahirkan lulusan yang mandiri dan siap memimpin di masyarakat. Santri tidak hanya mengaji, tetapi juga belajar mengelola lini usaha secara mandiri.

Pihak pondok kini menyediakan lima kolam ikan aktif sebagai laboratorium praktik budidaya perikanan. Selanjutnya, para santri juga mengikuti sistem magang peternakan bersama tokoh lokal, Haji Sunarno. Untuk sektor agronomi, Ust. Suradi memimpin langsung pelatihan pertanian secara praktis.

Tidak hanya sektor lapangan, para santriwati juga mendapatkan pembekalan industri kreatif. Ibu Emi mengasuh langsung kelas keterampilan menjahit, menyulam, hingga menyongket. Seluruh program ini membekali generasi muda dengan jiwa kewirausahaan yang matang tanpa kehilangan identitas keislaman.

Melalui komitmen ini, lembaga pendidikan Muhammadiyah Boyolali tersebut optimistis mampu melahirkan generasi muslim yang berilmu. Lulusan pesantren siap menjadi kader umat dan pemimpin masa depan yang mandiri.

Kontributor: Pujiono
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/https://hormon-osteoporosezentrum.de/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/https://akperstg.ac.id/
zonawin777zonawin777