Perkaderan Muhammadiyah Pati Capai 90%, MPKSDI Siapkan Instruktur Baru Demi Keberlanjutan
PWMJATENG.COM, PATI — Sukses menuntaskan 90% program Baitul Arqam di tingkat cabang dan amal usaha, MPKSDI PDM Pati kini melakukan percepatan regenerasi untuk mencetak instruktur baru yang kompeten menjaga nilai juang organisasi.
Peningkatan masif aktivitas perkaderan di Kabupaten Pati menuntut ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni. Saat ini, 90% kegiatan Perkaderan Utama melalui Baitul Arqam tahap pertama telah tuntas dilaksanakan di tingkat Pimpinan Cabang dan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) se-Kabupaten Pati.
Guna menjaga keberlanjutan capaian tersebut, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pati menggelar Latihan Instruktur. Agenda strategis ini berlangsung selama dua hari pada Sabtu–Ahad, 30–31 Mei 2026, bertempat di SD Muhati, Pati.
Menjawab Kebutuhan Instruktur Profesional
Koordinator MPKSDI PDM Pati, Taufiq, menyatakan bahwa pihaknya segera bergerak merespons keterbatasan tenaga pengajar. Menurutnya, jumlah instruktur aktif yang saat ini hanya enam orang sangat tidak ideal untuk melayani pesatnya agenda perkaderan.
“Melalui kegiatan ini, kami berupaya menyiapkan kader-kader baru yang memiliki kemampuan dan kesiapan menjadi instruktur. Dengan bertambahnya instruktur, proses perkaderan di Muhammadiyah Pati diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau lebih banyak kader,” ujar Taufiq.
Kegiatan ini melibatkan 38 peserta yang berasal dari berbagai unsur kader serta amal usaha Muhammadiyah. Mereka mendapatkan pendalaman materi terkait metodologi, teknik fasilitasi, serta kurikulum sistem perkaderan Muhammadiyah (SPM) langsung dari narasumber tingkat wilayah.
Menjaga Nilai Juang Persyarikatan
Ketua PDM Pati, Muhammad Luqman, menegaskan bahwa peran seorang instruktur melampaui sekadar penyampai materi. Instruktur merupakan garda terdepan dalam menjaga marwah dan ideologi gerakan di tengah masyarakat.
“Instruktur adalah penjaga nilai juang Gerakan Persyarikatan Muhammadiyah. Oleh karena itu, seorang instruktur wajib memberikan keteladanan, baik dalam sikap, perilaku, maupun komitmen terhadap dakwah dan perjuangan Muhammadiyah,” tegas Luqman.
Selama pelatihan, para peserta juga membedah konsep perkaderan berkelanjutan bersama Dr. Imron, MA dan Tugo Darto Suwito, S.Sos. Mereka melatih peserta untuk memperkuat integritas moral dan ideologis guna menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
Pelatihan ini ditutup dengan evaluasi kompetensi untuk memastikan setiap instruktur baru siap mengemban amanah. MPKSDI PDM Pati optimistis langkah ini akan melahirkan generasi penerus yang berkarakter serta mampu menjalankan roda organisasi secara lebih terarah.
Kontributor: Taufiq
Editor: Alafasy



