Berita

Mahasiswa UMS Bedah Isu Cowok Provider di Film Pangku, Sabet Juara 1 Lomba Tempo

PWMJATENG.COMSURAKARTA — Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhammad Farhan, merebut Juara 1 Lomba Review Film “Panjat Pintar 2.0” gelar Tempo Institute. Farhan menjuarai ajang nasional tersebut usai menyajikan ulasan kritis terkait isu sosial dalam Film Pangku.

Kompetisi prestisius tersebut merangkul peserta lintas kalangan dari seluruh Indonesia. Farhan mengulas Film Pangku yang tayang di platform Netflix dengan menyoroti fenomena krisis peran laki-laki. Dewan juri menilai tulisan Farhan unggul karena sanggup menghubungkan alur sinematografi dengan isu “cowok provider” yang tengah viral di media sosial.

Soroti Krisis Peran Laki-Laki dan Fenomena Cowok Provider

Farhan mengaku merancang ulasan Film Pangku berangkat dari keresahan pribadinya melihat perdebatan warganet. Publik sering kali terjebak pada perdebatan finansial kencan yang dangkal. Padahal, isu tersebut berakar dari krisis peran kepemimpinan atau qawwam pada laki-laki modern.

“Masyarakat sering meributkan siapa yang membiayai kencan di media sosial. Padahal masalah utamanya adalah krisis peran kepemimpinan laki-laki. Prinsip Ar-rijalu qawwamuna ‘alan-nisa’ dalam Islam sudah mengatur tanggung jawab itu, dan Film Pangku merefleksikan krisis tersebut secara tepat,” kata Farhan, Sabtu (19/9/2026).

Proses Analisis Mendalam dan Pesan Motivasi

Demi menghasilkan ulasan Film Pangku yang tajam, Farhan menonton tayangan tersebut sebanyak dua kali sambil mencatat detail penting. Mahasiswa UMS ini menghabiskan waktu pengendapan ide dan riset selama satu minggu. Proses bertahap tersebut mematangkan analisisnya hingga mampu menyisihkan puluhan peserta lain.

Kemenangan ini membuktikan kualitas pemikiran kritis mahasiswa UMS dalam merespons karya seni film Indonesia. Farhan pun mengajak rekan mahasiswa untuk tidak takut menjajal kompetisi serupa.

“Kuncinya berani mencoba dan langsung ikut lomba. Jangan pusing memikirkan menang atau kalah. Hal terpenting adalah keberanian menghasilkan karya nyata serta konsisten mengasah kemampuan,” ujar Farhan menutup perbincangan.

Kontributor: Rifat
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *