Berita

Benarkah Negara Terancam Hancur? Ini Peringatan KH Tafsir soal Krisis Generasi Indonesia

PWMJATENG.COM, SEMARANG  – Ketua PWM Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, melontarkan analisis tajam mengenai fase krusial 40 tahun ketiga yang rentan memicu krisis generasi Indonesia dan kehancuran negara. Peringatan strategis ini digaungkan untuk memantik daya juang tenaga medis baru pada acara Sumpah Profesi FK UNIMUS di Semarang, Rabu (19/8/2026).

Indonesia saat ini sedang memasuki fase paling kritis dalam sejarah berdirinya. Situasi ini memicu kekhawatiran terkait potensi krisis generasi Indonesia jika transisi nilai antar-zaman gagal terjadi. Teori sosiologi klasik memprediksi kehancuran sebuah bangsa biasa terjadi pada periode transisi seperti ini.

Secara tajam, KH Tafsir meminjam perspektif cendekiawan muslim masa lampau, Ibnu Khaldun, untuk membedah nasib bangsa. Teori Ibnu Khaldun menyebutkan bahwa siklus hidup sebuah negara menyerupai manusia yang terbagi dalam fase 40 tahunan.

“Indonesia ’45 merdeka, 40 tahun persis asas tunggal selesai. 40 tahun kedua itu masa menikmati kemerdekaan. 40 tahun ketiga ini masa kehancuran negara,” ujar KH Tafsir.

Menangkal Kehancuran Melalui Transisi Generasi

Ancaman tersebut tentu bukan tanpa jalan keluar. Sebuah bangsa bisa selamat dari siklus kehancuran jika regenerasi kepemimpinan berjalan optimal. Pewarisan nilai dan semangat juang menjadi kunci utama untuk menjaga kelangsungan negara.

Oleh karena itu, peran pemuda sangat menentukan nasib Indonesia ke depan. Estafet pengabdian harus terus berlanjut tanpa terputus.

“Negara tetap eksis asal satu, generasi pertama mampu mewariskan kepada generasi kedua. Kalau itu bisa bertahan, Indonesia tetap eksis, tapi kalau tidak, Indonesia hancur,” tegas KH Tafsir.

Pesan ini ditanamkan kuat-kuat di hadapan para lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS). Para dokter baru ini menjadi representasi generasi penerus yang memikul tanggung jawab besar.

Sumpah Profesi dan Tugas Khalifah

Para lulusan medis ini tidak sekadar menjalankan pekerjaan teknis yang rutin. Mereka mengemban amanah sosial sekaligus tugas spiritual yang sangat berat. Momen sumpah profesi dokter menjadi titik awal komitmen pengabdian mereka kepada masyarakat dan negara.

Tugas utama mereka melampaui urusan menyembuhkan penyakit fisik pasien. Mereka berfungsi sebagai khalifatullah fil ard atau wakil Tuhan di muka bumi untuk membawa kasih sayang. Kehadiran tenaga medis berkualitas tinggi memberikan secercah harapan bagi ketahanan nasional di masa kritis.

Dekan FK UNIMUS, Dr. dr. Aisyah Lahdji, juga menekankan pentingnya esensi kemanusiaan ini. Teknologi modern memang mempermudah kerja medis, tetapi empati tetap menjadi senjata utama para penyembuh.

“Jangan biarkan sumpah itu berhenti karena rangkaian kata saja. Jadikanlah sumpah tersebut sebagai dasar dalam setiap langkah kalian menjalankan profesi dokter nantinya,” ujar Dr. Aisyah.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/