Berita

LPEK Gagas Wisata Religi Muhammadiyah, Tawarkan Konsep Ziarah Sesuai Syariat

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Muhammadiyah kini mulai menggarap sektor pariwisata dengan menawarkan ekosistem Wisata Religi Muhammadiyah yang berfokus pada tadabur alam dan ziarah kubur. Gagasan ini mencuat dalam audiensi antara Lembaga Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (LPEK) PP Muhammadiyah dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah di Semarang, Rabu (19/8/2026).

Wakil Ketua Bidang 4 LPEK PP Muhammadiyah, Taufik Ridwan, menjelaskan bahwa Wisata Religi Muhammadiyah tidak sekadar rutinitas jalan-jalan biasa. Muhammadiyah kini merancang ekosistem wisata sejarah yang memiliki nilai spiritual tinggi bagi umat.

“Ziarah kubur itu telah menjadi satu peristiwa islami, bagaimana kita tadabur alam, tadabur kubur, kemudian bagaimana cara agar tidak melenceng dari syariat,” ujar Taufik Ridwan.

Praktik ziarah sesuai syariat ini menjadi salah satu program prioritas lembaga. Pengunjung tidak hanya berwisata ke makam tokoh-tokoh pergerakan. Mereka juga diajak secara sadar untuk menghormati perjuangan pendahulu dan mendoakan kebaikan tokoh tersebut. Taufik menilai aktivitas semacam ini pasti membawa dampak positif bagi peziarah yang masih hidup.

LPEK memformulasikan konsep ini sebagai bentuk tadabur alam Islami. Konsep tersebut sekaligus memberikan panduan wisata sejarah yang mencerahkan masyarakat luas.

Respons Kebutuhan Masyarakat Modern

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah merespons gagasan pariwisata ini dengan sangat antusias. PWM Jateng menargetkan pembentukan LPEK tingkat wilayah paling lambat pada Oktober 2026.

Wakil Ketua PWM Jawa Tengah, Drs. H. Wahyudi, M.Pd., memandang terobosan pariwisata ini sangat krusial. Ia melihat masyarakat modern kini semakin rentan mengalami berbagai tekanan batin. Karena itu, konsep wisata ramah muslim bisa menjadi solusi penyembuhan (healing) yang efektif.

“Banyak orang-orang yang punya masalah dan mestinya harus kemudian banyak traveling dan juga pariwisata,” ujar Wahyudi.

Pariwisata Islami ini juga berjalan beriringan dengan sektor ekonomi kreatif. Wahyudi menekankan pentingnya masyarakat berlatih menjual ide atau gagasan yang mencerahkan. Kreativitas ini akan mendorong percepatan pembangunan masyarakat menuju peradaban yang lebih maju.

Oleh karena itu, Muhammadiyah Jawa Tengah bersiap mengambil peran besar. PWM Jateng bertekad memaksimalkan ceruk bisnis pariwisata di berbagai daerah agar tidak hanya dikuasai pihak luar. Konsolidasi ini akan semakin solid menjelang Silaturahmi Nasional Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Muhammadiyah di Yogyakarta pada Oktober mendatang.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/