Kolom

Pentingkah Konsep “Wasathiyah” untuk Saat Ini?

Konsep Wasathiyah

Wasathiyah menjadi salah satu solusi untuk memberikan pemahaman dan cara berpikir yang lebih moderat. Wasathiyah berasal dari kata “wasatha” dan dapat diartikan secara etimologi “sesuatu yang berada (ditengah) diantara dua sisi”. Ditinjau secara terminologi kata “wasathan” dapat diartikan pertengahan sebagai al-tawazun (keseimbangan), yakni keseimbanga antara dua jalan atau arah yang saling berhadapan atau bertentangan: ruhiyah (spiritual)dengan madiyah (material), fardiyyah (Individualitas) dengan jama’iyyah (kolektivitas), kontekstual dengan tekstual, tsabat (konsisten) dengan taghayyur (perubahan). Oleh karena itu, keseimbangan merupakan watak alam raya sekaligus menjadi watah dari islam sebagai risalah abadi dan rahmatan lil alamin (Pusat 2020). Majelis Ulama Indonesia juga turut serta dalam mempromosikan konsep Wassatiyah dengan 10 karakteristik yaitu: Tawassuth, Tawazun, I’tidal, Tasamuh, Musawah, Shura, Ishlah, Aulawiyah, Tathawwur wa Ibtikar, Tahadhdhur.

Dalam Al-qur’an pun secara jelas menyebutkan “al-wasatiyyah” dalam Q.S Al-Baqarah: 143 “ummatan wasatan” yang merujuk pada “umat pertengahan”. Muhammad Hashim Kamali dalam bukunya “The Middle Path of Moderation in Islam” menyebutkan bahwa “ Moderation is primarily a moral virtue of relevance not only to personal conduct of individuals but also to the integrity and self-image of communities and nations”, yang dapat diartikan bahwa Wasathiyah tidak hanya ditujukan untuk individu agar mempunyai moral yang baik, tetapi juga dapat diintegrasikan kedalam suatu kelompok atau bangsa. (Kamali 2015)

Pentingnya Konsep dan Implementasi Wasathiyah

Kenapa Wasathiyah penting? Untuk menjawab ini Kamali merujuk pada Paul Marshall, akademisi senior di Hudson Isntitute di Washington DC yang menggarisbawahi tentang meningkatnya acaman akan gerakan radikal dan ekstrimis melawan toleransi beragama, dan peran muslim yang moderat adalah kuncinya, hal itu lebih penting daripada apapun. Dan jika ingin melawan radikalisme, dalam debat dan ide; perlu adanya argumen dari muslim (Kamali 2015).

Buya Ahmad Syafii Ma’arif juga menambahkan bahwa muslim radikal adalah minoritas, oleh karena itu mayoritas muslim moderat mempunyai power untuk menghukum para radikalis.  Buya, juga menekankan, “Jika Islam dipimpin oleh moderat, orang yang tercerahkan, kemudian saya berpikir bahwa Islam dapat bersaing dengan bangsa apapun. Tetapi, mayoritas yang moderat memilih untuk diam daripada melawan radikalis” (Kamali 2015). Dan saya dapat menyimpulkan bahwa, konsep Wassatiyah merupakan solusi bagi keragaman dan polarisasi politik di Indonesia. Tidak dapat dipungkiri bahwa dinamika politik saat pemilihan presiden telah memberikan dampak yang cukup signifikan dalam kehidupan multikultural di Indonesia. Maka dari itu dengan konsep wassatiyah yang artinya tidak jauh dari Islam moderat, kita dapat terus menumbuhkan jiwa toleransi di Indonesia, dan mempererat jiwa Bhineka Tunggal Ika demi persatuan dan kesatuan Negara Republik Indonesia.

Wasathiyah Menjawab Tantangan Zaman

Pada acara The 2nd International Conference on Humanity law and Sharia yang digelar secara virtual pada tanggal 23 Juni 2021 yang lalu, wakil presiden Indonesia juga menekankan kembali tentang pentingnya wasathiyah, beliau mengatakan bahwa moderasi beragama merupakan solusi terhadap berbagai tantangan dalam islam saat ini dengan menerapkan cara berpikir yang tidak liberal maupun tekstual. Wares menambahkan bahwa ijtihad terhadap masalah-masalah yang belum di-ijtihadi sebelumnya atau sudah di-ijtihati tatetapi sudah tidak relevan lagi. Ijtihad sangat penting untuk menjawab tantangan dalam beragama islam pada perkembangan zaman semakin disrupsi saat ini. Sehingga, perlu adanya kajian yang mendalam untuk memahami permasalahan yang harus disesuaikan dengan konteksnya. Selain itu, dengan berpikir moderat juga dapat menyelesaikan masalah dengan cara yang baik dan dapat menghindari dari kemungkinan konflik atau perpecahan (Antara 2021).

References:

Antara. 2021. Wapres Ma’ruf Amin: Moderasi Beragama Solusi dari Tantangan Islam Masa Kini. Edited by Amirullah. Juni 23. Accessed Oktober 7, 2021. https://nasional.tempo.co/read/1475723/wapres-maruf-amin-moderasi-beragama-solusi-dari-tantangan-islam-masa-kini.

Kamali, Mohammad Hashim. 2015. The Middle Path of Moderation in Islam. New York: Oxford University Press.

Pusat, Tim Penulis Kamisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI. 2020. Apa yang Dimaksud Islam Wasathiyah? Juli 3. Accessed Oktober 7, 2021. https://mui.or.id/bimbingan-syariah/paradigma-islam/28522/apa-yang-dimaksud-islam-wasathiyah-2/.

Penulis : Ramita Paraswati

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE