Tembus Dinginnya Lereng Gunung Prau, Ratusan Pandu Athfal Ikuti Kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter
PWMJATENG.COM, SUKOREJO – Program Pendidikan Karakter berbasis alam terbuka menjadi fokus utama dalam agenda Festival Pandu Ceria 2026. Sebanyak 133 Pandu Athfal MI Muhammadiyah Pagersari sukses mengikuti rangkaian kegiatan kepanduan yang menantang ini. Pihak sekolah memusatkan seluruh aktivitas harian di Dusun Kenjuran, Desa Purwosari, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Barat pada Jumat hingga Sabtu (12–13/6/2026).
Gerakan kepanduan Hizbul Wathan ini menjadi program perdana yang dikemas secara menarik, penuh semangat, dan kompetitif. Qobilah MI Muhammadiyah Pagersari bertindak sebagai penyelenggara utama dengan menggandeng instruktur dari Pondok Pesantren Muhammadiyah Darul Arqam Patean. Mengusung tema “Tangguh, Mandiri, dan Berakhlak Mulia”, penanaman Pendidikan Karakter sejak usia dini ini berjalan dengan sangat efektif.
Petualangan Seru Jelajah Alam di Dataran Tinggi
“Kami sengaja memilih Dusun Kenjuran sebagai lokasi pusat perkemahan karena letak geografisnya yang mendukung,” ujar Ketua Panitia, Sugeng Suryadiyanto.
Sebagai salah satu dusun tertinggi di kawasan lereng Gunung Prau, lokasi ini menawarkan udara sejuk khas pegunungan dan pemandangan alam yang memukau. Lingkungan yang menantang tersebut sangat ideal untuk mendukung stimulasi Pendidikan Karakter berupa ketangkasan fisik sekaligus mental para peserta didik. Sebanyak 68 siswa putra dan 65 siswa putri tingkat kelas IV dan V tampak sangat antusias melahap seluruh tantangan pos.
Selanjutnya, agenda berlanjut dengan simulasi jelajah alam interaktif yang menyusuri jalur setapak pegunungan. Seluruh peserta yang terbagi dalam beberapa regu wajib melewati pos-pos ujian yang telah disiapkan oleh tim instruktur. Beberapa materi ujian meliputi pos ketangkasan, hafalan Janji dan Undang-Undang Pandu Athfal, materi keagamaan, permainan komunikasi, hingga kreativitas yel-yel regu.
Evaluasi Kenaikan Tingkat Melati Hizbul Wathan
Kepala MI Muhammadiyah Pagersari, Mu’alimah, membuka jalannya upacara pembukaan secara formal di tengah lapangan terbuka. Dalam pidatona, ia menegaskan bahwa penguatan Pendidikan Karakter harus beriringan dengan nilai-nilai keislaman yang kuat. Di samping petualangan fisik, panitia juga menghadirkan KH. Sumanto dari PCM Patean untuk mengisi sesi kajian keagamaan guna memperkuat bekal akhlak mulia siswa.
Ketika malam tiba, kehangatan acara semakin memuncak lewat prosesi penyalaan api unggun persaudaraan di tengah dinginnya kabut gunung. Momen magis tersebut sukses memupuk rasa saling menyayangi, kekompakan, dan solidaritas yang tinggi antar-sesama teman. Seluruh peserta, guru pendamping, beserta karyawan melebur menjadi satu dalam lingkaran kebersamaan yang sangat intim.
Sebelum mengakhiri perkemahan, pihak panitia mengumumkan deretan regu terbaik yang berhak mendapatkan penghargaan prestisius. Panitia membagikan piala apresiasi untuk kategori Regu Terkompak, Regu Terbersih, Regu Terapi, hingga gelar Juara Umum. Akhirnya, manajemen sekolah berkomitmen akan menjadikan Festival Pandu Ceria ini sebagai program tahunan wajib untuk mendukung proses kenaikan tingkat Melati bagi para Pandu Athfal. Untuk informasi mengenai panduan kurikulum kepanduan nasional, Anda dapat merujuk pada laman resmi Kwartir Pusat Hizbul Wathan.
Kontributor: Humas Muhammadiyah Pagersari
Editor: Ayma



