Berita

Bukan Cuma Ngaji, PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum Rilis Buku Khusus Cetak Santri Mahir Public Speaking

PWMJATENG.COMBoyolali – Kemampuan public speaking kini menjadi materi wajib di PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum Boyolali, Jawa Tengah, melalui peluncuran dua buku panduan dakwah modern dalam acara Haflah Akhirussanah pada Senin (15/6/2026). Langkah strategis ini menjadi jawaban pesantren untuk mencetak generasi dai muda yang adaptif, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan dakwah modern di era digital.

Pendidikan pesantren saat ini menghadapi tantangan zaman yang kian dinamis. Menjawab hal itu, pondok pesantren tidak lagi sekadar menjadi tempat mengaji. Lembaga pendidikan Islam kini bertransformasi menjadi pusat pengembangan kecakapan hidup modern, terutama dalam melatih kepercayaan diri santri.

Langkah taktis ini mewujud nyata lewat peluncuran dua buku dakwah karya internal pesantren. Mudir PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum, Ust. Pujiono, memimpin langsung peluncuran modul literasi tersebut. Kedua buku tersebut berjudul “Maharatul Khitobah wa Ad-Da’wah” untuk jenjang SMP dan “Fannu Al-Khitobah wa Qiyadat Ad-Da’wah” untuk jenjang SMA.

Solusi Belajar Public Speaking yang Sistematis

Modul edukasi ini berfungsi sebagai panduan praktis untuk mengasah kemampuan komunikasi massa. Melalui buku ini, para santri mempelajari teknik berbicara di depan umum secara terstruktur. Pihak pesantren merancang kurikulum tersebut demi melahirkan juru dakwah yang adaptif dan berwawasan luas.

Sistem pembelajaran ini juga fokus pada pembentukan karakter kepemimpinan yang kuat. Pengasuh pondok berharap para lulusan mampu menggerakkan masyarakat ke arah kemajuan. Oleh karena itu, penguasaan bahasa dan retorika menjadi materi wajib bagi seluruh santri.

Ust. Pujiono menegaskan bahwa peluncuran buku ini merupakan respons terhadap kebutuhan zaman. Konten dakwah masa kini memerlukan penyampaian yang kreatif dan taktis. “Modul ini hadir sebagai langkah nyata guna mencetak dai yang murobbi, memiliki kemampuan khitobah yang baik, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan dakwah di era modern,” ujar Ust. Pujiono.

Menjawab Pertanyaan Lulusan Pesantren Kerja Apa

Selain meluncurkan buku, momentum kelulusan ini juga menegaskan arah masa depan para santri. Pihak pesantren membekali lulusannya dengan mentalitas yang tangguh melalui slogan “Siap Kuliah, Siap Kerja, Siap Dakwah”. Ikhtiar tersebut sekaligus mematahkan keraguan publik mengenai prospek karir anak-anak lulusan pondok.

Institusi ini secara resmi melepas 26 santri yang telah menyelesaikan pendidikan pada jenjang SMP dan SMA. Puluhan alumni baru tersebut membawa misi besar untuk berkiprah di berbagai sektor kehidupan masyarakat. Mereka membawa modal ilmu agama yang kuat serta keterampilan komunikasi yang matang.

Ketua panitia acara, Rahmad Mudzakir, menyampaikan apresiasi mendalam atas capaian seluruh santri. Momentum kelulusan ini menjadi titik awal bagi alumni untuk membuktikan kualitas diri di luar pesantren. “Haflah Akhirussanah menjadi momentum evaluasi sekaligus apresiasi atas perjalanan pendidikan para santri selama menempuh studi di lingkungan pesantren,” ujar Rahmad Mudzakir dalam laporan resminya.

Sinergi Ekosistem Pendidikan Islam di Boyolali

Keberhasilan program mencetak dai muda ini tidak lepas dari sistem pengelolaan lembaga yang integratif. PonpesMu Manafi’ul ‘Ulum saat ini mengelola beberapa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Lembaga tersebut meliputi TK Aisyiyah PK dan SD Muhammadiyah PK Sambi di Kampus Jati, serta SMP dan SMA di Kampus Canden.

Sinergi antarkampus ini memperkuat fondasi akademik dan kepribadian santri sejak usia dini. Pendekatan pendidikan terpadu membuat proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Dampaknya, pesantren ini terus tumbuh menjadi salah satu rujukan pendidikan Islam unggul di wilayah Boyolali dan sekitarnya.

Acara wisuda dan peluncuran buku ini juga mendapat dukungan penuh dari jajaran tokoh persyarikatan. Kehadiran para pimpinan organisasi menegaskan komitmen bersama dalam mengawal masa depan generasi Qurani. Segenap ustaz dan ustazah kini bersiap menyambut tahun ajaran baru demi melanjutkan estafet pengabdian untuk umat dan bangsa.

Kontributor: Pujiono
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://web.pn-sidrap.go.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacorzonawin777zonawin777