Berita

Musywil V ITMI Jawa Tengah, Muhammadiyah Dorong Pemberdayaan Penyandang Disabilitas Netra

PWMJATENG.COM, SEMARANG — Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Provinsi Jawa Tengah menggelar Musyawarah Wilayah (Musywil) V di Asrama Haji Semarang, Senin (28/9/2026). Rangkaian agenda ini menghadirkan Seminar Wawasan Kebangsaan guna menegaskan peran penyandang disabilitas sensorik netra dalam pembangunan daerah.

Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag., hadir sebagai narasumber untuk memaparkan peran serta respons Muhammadiyah terhadap kelompok disabilitas. Beliau menegaskan komitmen organisasi dalam mendukung penyandang disabilitas. Menurutnya, kehadiran Muhammadiyah dalam membantu dan memberdayakan penyandang disabilitas netra merupakan bagian dari semangat Penolong Kesengsaraan Omoem (PKO).

Oleh karena itu, Muhammadiyah bersama Lazismu Jawa Tengah hadir memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Lazismu Jawa Tengah memberikan sebagian anggaran untuk kegiatan tersebut, sementara beberapa rombongan peserta dari daerah juga difasilitasi oleh Muhammadiyah.

Pelatihan Digital dan Keterampilan Mandiri

Selain memberikan bantuan, Muhammadiyah berfokus pada program pemberdayaan disabilitas netra. Menurut Tafsir, para penyandang disabilitas juga membutuhkan pekerjaan, keterampilan, dan sumber mata pencaharian.

Salah satu bentuk pemberdayaan yang dapat dilakukan Muhammadiyah adalah melalui pelatihan digital dan pelatihan pijat. Pelatihan tersebut diharapkan dapat membantu para penyandang disabilitas netra memiliki keterampilan yang dapat menunjang kehidupan mereka.

Melalui program pemberdayaan tersebut, PWM Jawa Tengah berharap para penyandang disabilitas netra dapat menjadi manusia yang berdaya, mandiri, sejahtera, dan bahagia.

Kolaborasi Jangka Panjang

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat ITMI, Yogi Masuni, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Lazismu yang telah mendukung pelaksanaan Musywil V ITMI Jawa Tengah.

Yogi berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan Musywil, tetapi dapat terus berlanjut dalam jangka panjang. Menurutnya, salah satu hal penting dalam kolaborasi tersebut adalah melakukan pemberdayaan terhadap para penyandang disabilitas, khususnya disabilitas netra.

Yogi menegaskan bahwa setiap individu tunanetra memiliki talenta yang dapat melahirkan bakat dan minat. Melalui kebersamaan dan kolaborasi, ia berharap berbagai cita-cita teman-teman ITMI dapat terlaksana.

Ia juga menyampaikan pentingnya menegakkan ekonomi berbasis Islam dan membangun kolaborasi untuk mendukung pemberdayaan penyandang disabilitas netra.

Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *