BPH UMS: Pembangunan di Muhammadiyah Bisa Jalan Tanpa Modal
PWMJATENG.COM, WONOSOBO – Universitas Muhammadiyah Surakarta kembali menunjukkan komitmen nyata terhadap akselerasi mutu pendidikan di daerah. Jajaran pengurus kampus tersebut menyalurkan bantuan dana senilai Rp 25 juta untuk mendukung perluasan infrastruktur sekolah dasar. Langkah taktis ini menyasar proyek pembangunan Kampus II MI Muhammadiyah Kalibeber atau MI Hamka di Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo.
Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH) UMS, Prof. Dr. Sabar Narimo, menyerahkan langsung stimulus dana tersebut kepada Kepala MI Hamka, Suparno. Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Wonosobo beserta panitia pelaksana juga mengawal langsung momentum penyerahan ini. Namun, sebuah pernyataan menarik dari utusan kampus justru mencuri perhatian publik selama sesi dialog berlangsung.
Rahasia Proyek Fisik Tetap Sukses Dimulai dari Nol Rupiah
Dalam sambutannya, Sabar Narimo menegaskan sebuah fakta unik yang sudah lama melekat kuat menjadi identitas persyarikatan. Beliau menggarisbawahi bahwa gerak pembangunan di Muhammadiyah bisa jalan tanpa modal finansial atau berawal dari angka nol rupiah. Fenomena luar biasa ini sudah berulang kali terbukti dalam berbagai proyek pendirian amal usaha di seluruh pelosok Indonesia.
Kunci utama di balik keberlanjutan agenda besar tersebut terletak pada kekuatan modal spiritual yang membaja dari para kadernya. Selain itu, jalinan gotong royong yang solid antarsemua lini serta landasan keyakinan total kepada Allah SWT menjadi motor penggerak utama. Oleh karena itu, prinsip pembangunan di Muhammadiyah bisa jalan tanpa modal finansial yang besar di awal bukan lagi sekadar mitos belaka.
Cetak Biru Gedung Tiga Lantai MI Hamka Wonosobo
Pihak panitia sendiri telah merampungkan berkas perencanaan fisik untuk memaksimalkan fungsi lahan di Lapangan Muhammadiyah Ngebrak tersebut. Rancangan arsitektur menunjukkan bahwa infrastruktur baru MI Hamka ini akan berdiri megah sebagai gedung representatif berlantai tiga. Struktur tata ruang tersebut memiliki proyeksi kuat untuk menampung pertumbuhan jumlah peserta didik madrasah yang terus meningkat setiap tahun.
Lantai satu bangunan nantinya akan berfungsi sebagai ruang aula serbaguna untuk menunjang berbagai kegiatan syiar Islam. Sementara itu, lantai dua dan lantai tiga akan memuat enam ruang kelas baru yang nyaman bagi siswa. Guna menjamin standar kesehatan, panitia juga menyediakan fasilitas toilet mandiri serta gudang penyimpanan di setiap lantai gedung.
Sinergi Amal Usaha Percepat Kenyamanan Belajar Siswa
Kucuran dana segar dari kampus pusat ini membawa harapan besar untuk memicu percepatan jalannya proyek konstruksi di lapangan. Manajemen madrasah juga merasa sangat optimis bahwa jalinan kerja sama ini akan memancing kepedulian dari para donatur lokal lainnya. Melalui kolaborasi antar-Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) ini, panitia meyakini proses konstruksi fisik dapat selesai tepat waktu.
Akselerasi sarana fisik ini memegang peran krusial demi mewujudkan lingkungan belajar yang semakin aman, nyaman, dan berkemajuan bagi umat. Sinergi ini sekaligus membuktikan kembali teologi kerja nyata yang selama ini menggerakkan para tokoh persyarikatan. Pada akhirnya, fakta bahwa pembangunan di Muhammadiyah bisa jalan tanpa modal awal yang besar kembali menjadi inspirasi nyata bagi tata kelola organisasi modern.
Kontributor: Ristiadi, Rudyp
Editor: Ayma



