Prioritas Mutu! 17 Kepala Sekolah Muhammadiyah Cilacap Resmi Dilantik untuk Dongkrak Kualitas Pendidikan
PWMJATENG.COM, CILACAP – Jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Cilacap resmi memiliki nakhoda baru di sektor pendidikan. Sebanyak 17 Kepala Sekolah Muhammadiyah Cilacap dan madrasah resmi menjalani prosesi pelantikan serentak pada Sabtu (18/7/2026).
Prosesi khidmat ini berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jl. Jenderal Sudirman, Cilacap. Ketua PDM Cilacap bersama Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah memimpin langsung proses pengambilan sumpah jabatan tersebut.
Regenerasi Pemimpin di Lintas Jenjang Pendidikan
Ketua Majelis Dikdasmen PDM Cilacap, Joko Budi Santoso, memerinci sebaran para kepala sekolah baru tersebut. Agenda pelantikan kepala sekolah Muhammadiyah ini mencakup 13 kepala sekolah untuk tingkat SD/MI/SMP/MTs. Sementara itu, empat posisi lainnya mengisi kepemimpinan tingkat SMA/SMK/MA.
“Kami berharap para pejabat baru ini dapat mengemban amanah dengan baik demi membawa amal usaha menuju kemajuan,” ujar Joko penuh harap.
Saat ini, beberapa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) pendidikan di Cilacap telah menorehkan prestasi gemilang. Salah satunya adalah SMK Muhammadiyah Majenang yang sukses memimpin kuantitas dengan menjaring 881 siswa baru. Selain itu, SMP Muhammadiyah 1 (Mutu) Plus Cilacap dan SMP Muhammadiyah 2 Cilacap (Mudacil) juga mencatat prestasi serupa.
AUM Pendidikan Sebagai Alat Dakwah Utama
Kepala SMK Muhammadiyah Majenang yang baru dilantik, Ahmad Syarifudin, menyatakan kesiapan dirinya untuk berjuang lebih keras. Ia menegaskan fokus kerjanya kini beralih sepenuhnya untuk mengupayakan peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, kami bersyukur atas amanah besar ini untuk terus membawa sekolah ke arah yang lebih berkualitas,” ungkap Ahmad.
Pada kesempatan yang sama, Ketua PDM Kabupaten Cilacap, Habib Ghozali, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang hadir. Ia mengingatkan para pejabat baru bahwa sekolah bukan sekadar tempat belajar, melainkan alat dakwah persyarikatan.
“Selamat berjuang di persyarikatan Muhammadiyah untuk seluruh kepala sekolah yang baru dilantik,” ucap Habib Ghozali.
Fikih Prioritas untuk Kesejahteraan Guru
Sementara itu, Ketua PWM Jateng, K.H. Tafsir, memberikan tausiyah kebangsaan mengenai sejarah pergerakan Muhammadiyah. Ia memuji kecerdasan K.H. Ahmad Dahlan yang sudah membangun fikih prioritas sejak satu abad lalu lewat sektor pendidikan dan kesehatan.
Saat ini, total sekolah dasar dan menengah Muhammadiyah di Jawa Tengah telah mencapai 1.678 institusi. Mengingat jumlah sekolah sudah sangat mencukupi, arah kebijakan persyarikatan kini fokus pada aspek mutu.
Langkah mendongkrak kualitas ini berjalan lurus dengan upaya peningkatan jumlah peserta didik secara masif. Menurut K.H. Tafsir, ketika jumlah siswa meningkat, tingkat kesejahteraan guru otomatis akan membaik. Faktor tersebut yang nantinya akan membuat para guru semakin ikhlas dalam mengajar.
Kontributor: Wasis
Editor: Ayma



