Berita

Operasi Tanggap Darurat ,Relawan Muhammadiyah Terapkan Protokol Kesehatan.

PWMJATENG.COM, Mamuju, (25/01) – Dalam operasi tanggap darurat Gempa Majene di masa pandemi Covid-19 oleh MDMC yang didukung oleh Lazismu dan melibatkan semua unsur Persyarikatan, penerapan protokol kesehatan dilakukan dengan ketat.

Kawasan pos koordinasi MDMC di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Barat, Jalan Sukarno-Hatta, Rimuku, Mamuju disetting menjadi kawasan wajib masker bagi semua relawan dan warga penyintas.

Kampanye wajib bermasker dilakukan dengan membuat dan menempel peringatan wajib bermasker di semua sudut pos koordinasi.

Setiap sore dilaksanakan skrining kesehatan terhadap semua relawan yang bertugas di pos koordinasi. Skrining meliputi pengecekan suhu tubuh, saturasi oxygen, tekanan darah dan pemeriksaan dokter.

Selain itu, di berbagai sudut juga disediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan dengan sabun serta air mengalir.

Para relawan juga diwajibkan lakukan SWAB antigen di Balai Laboratorium Kesehatan dan Transfusi Darah yang berada di Kompleks RSUD Propinsi Sulawesi Barat.

SWAB antigen wajib dilakukan untuk para relawan yang sekiranya ada gejala mengarah Covid-19, ada kontak erat dengan orang terkonfirmasi positif Covid-19 dan akan melakukan perjalanan kembali ke asal masing-masing, bagi yang dari luar propinsi Sulawesi Barat.

Bagi relawan yang datang dari luar pulau Sulawesi, setelah kembali ke rumah masing-masing juga diwajibkan karantina mandiri didaerah asal.

Semua ikhtiar itu dilakukan dengan prosedur yang ketat, terencana, tertata untuk mengontrol dan mencegah agar layanan-layanan Muhammadiyah di Sulawesi Barat tidak menjadi klaster baru Covid-19.

Dokter Zuhdiyah Nihayati, Koordinator medis nasional TDRR MDMC menyampaikan, ” Kami berupaya tetap menjaga ketat protocol kesehatan relawan selama response, mengingat pandemi covid belum berlangsung dan resiko penularan bisa terjadi dimanapun, di pengungsian, di posyan, bahkan di poskor sekalipun”.

“Menjaga relawan dengan cara menekan serendah potensi penularan covid adalah prioritas utama selama menjalankan respon bencana di masa darurat ini. Berbagai upaya yg dilakukan adalah memperketat kriteria relawan, Menambah logistik APD bagi, Membuka klinik khusus relawan, Menjaga protokol kesehatan secara ketat di poskor maupun posyan, Melakukan pemeriksaan sebelum, saat penugasan, dan pasca penugasan, untuk memastikan relawan terbebas dari penularan covid-19,” lanjut Zuhdiyah. ( sapari, Tim Media MDMC PP Muhammadiyah)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tidak bisa menyalin halaman ini karena dilindungi copyright redaksi. Selengkapnya hubungi redaksi melalui email.

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE