Berita

Jadi Ide Bisnis Modal Kecil, Dua Bahan Melimpah di Boyolali Ini Disulap Jadi Ladang Cuan Ibu Rumah Tangga

PWMJATENG.COM, BOYOLALI — Perempuan usia produktif di Desa Musuk, Kabupaten Boyolali kini mulai memproduksi berbagai produk turunan inovatif berbasis susu dan alpukat guna mendongkrak pendapatan keluarga melalui program pemberdayaan Musuk IbuPreneur Village yang resmi meluncur pada Minggu (21/6/2026).

Pemerintah Desa Musuk bersama Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi menginisiasi program Musuk IbuPreneur Village. Program berbasis agroindustri kreatif ini berfokus pada transformasi ibu rumah tangga menjadi wirausaha mandiri. Kolaborasi strategis tersebut memanfaatkan potensi melimpah komoditas lokal, khususnya peternakan sapi perah dan perkebunan alpukat.

Langkah awal pemberdayaan ini melibatkan 33 perwakilan Kelompok Wanita Tani (KWT). Selain itu, enam Ketua RW setempat ikut mengawal program yang berlangsung di Balai Desa Musuk, Kabupaten Boyolali ini. Inisiatif tersebut hadir untuk membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Mengolah Komoditas Lokal Menjadi Ladang Cuan

Kelompok perempuan usia produktif di Desa Musuk memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi. Melalui inovasi produk, komoditas mentah kini memiliki nilai tambah ekonomi yang jauh lebih tinggi. Sinergi ini sekaligus mengedukasi warga agar tidak lagi langsung menjual bahan mentah ke pasar.

Mahasiswa dan masyarakat akan mengolah alpukat serta susu menjadi berbagai varian produk turunan kreatif. Perwakilan Ketua Ormawa UMS, Salsabila Isnaini, menegaskan pentingnya kebersamaan dalam program pemberdayaan ini. Pihaknya berkomitmen membangun semangat kemandirian yang berdampak langsung pada warga.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan mampu memberikan manfaat nyata, mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta mendorong partisipasi aktif warga dalam setiap proses pemberdayaan,” tutur Salsabila Isnaini, Minggu (21/6/2026).

Strategi Digitalisasi Pemasaran Produk Desa

Tim pelaksana telah merancang rangkaian kegiatan komprehensif selama empat bulan ke depan. Warga desa akan mendapatkan pelatihan pengolahan produk, manajemen keuangan, hingga pendirian sentra produksi. Langkah ini menjadi fondasi penting sebelum produk desa masuk ke pasar yang lebih luas.

Selain produksi, materi utama pelatihan juga berfokus pada digitalisasi pemasaran. Ibu-ibu rumah tangga akan belajar mengelola website khusus desa dan mengoperasikan marketplace. Strategi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan pasar hingga ke luar daerah Boyolali.

Perwakilan mahasiswa UMS, Anna Chalista, menjelaskan bahwa partisipasi aktif warga menjadi kunci utama keberhasilan program. Pihaknya mengapresiasi sambutan hangat dari Pemerintah Desa Musuk.

“Kami berharap program ini dapat menjadi wadah kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa. Dukungan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan program agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Komitmen Pemberdayaan Berkelanjutan

Dosen Pendamping program, Aktif Cahyaningtyas, S.Km., M.Km., menyatakan kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian masyarakat. Sektor perguruan tinggi wajib membawa dampak positif langsung bagi pembangunan desa. Proses belajar dua arah ini dinilai efektif melahirkan inovasi baru yang aplikatif.

“Mahasiswa tidak hanya hadir untuk melaksanakan program, tetapi juga belajar bersama masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” jelas Aktif Cahyaningtyas.

Direktorat Kemahasiswaan dan Pengembangan Talenta Inovasi (DKPTI) UMS bersama Pemerintah Desa Musuk mengunci komitmen ini melalui penandatanganan kerja sama formal. Sinergi tersebut resmi menjadi payung hukum untuk membangun ekosistem kewirausahaan jangka panjang di Kecamatan Musuk.

Kontributor: Fika
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://middlepassage.dei.uc.pt/https://privacycolab.dei.uc.pt/https://cmd.dei.uc.pt/https://henrique.dei.uc.pt/
https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://simseam.ft.uns.ac.id/https://sipil.ft.uns.ac.id/slot gacorhttps://aku.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/slot gacorhttps://akperstg.ac.id/https://fisip.uisu.ac.id/https://lppm.isi-ska.ac.id/
https://hormon-osteoporosezentrum.de/judi bolahttps://saopaulodeolivenca.am.gov.br/slot gacorzonawin777zonawin777Pkv games