Tak Boleh Pulang Sebelum Hitung Perkalian Inggris, Intip Momen Unik Pembagian Rapor Kelas Bilingual MIM Kauman
PWMJATENG.COM, PEKALONGAN — Puluhan wali murid mendadak panik sekaligus terhibur saat guru melarang mereka meninggalkan ruang kelas sebelum berhasil menyelesaikan soal matematika berbahasa Inggris, sebuah momen unik pembagian rapor semester yang sengaja digelar untuk menguji pemahaman orang tua terhadap proses belajar anak di Kelas 2D Bilingual ICP MIM Kauman, Rabu (24/6/2026).
Mrs. Khusna Rahmawati, S.Pd., selaku wali kelas 2D Bilingual International Class Program (ICP) MIM Kauman, membuka acara dengan pesan mendalam. Ia menegaskan bahwa esensi pendidikan dasar jauh melampaui sekadar angka-angka di atas kertas.
“Peringkat dan nilai yang baik di rapor adalah bonus. Yang terpenting adalah anak memiliki kemauan untuk terus berusaha, semangat belajar tanpa mudah menyerah, serta tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak baik dan berkarakter. Itulah yang sesungguhnya menjadi kebanggaan bagi orang tua dan guru,” tutur Mrs. Khusna saat menyampaikan sambutan di depan seluruh wali murid yang hadir sejak pukul 06.40 WIB tersebut.
Menguji Ikatan Emosional Lewat Tebak Mata Anak
Setelah menandatangani rapor secara serentak, suasana kelas seketika berubah riuh. Guru mengajak para orang tua mengikuti aktivitas psikologis yang menguji seberapa jauh mereka mengenali buah hati sendiri.
Para orang tua mula-mula harus menatap mata anak mereka dalam-dalam. Selanjutnya, mereka wajib mencari dan menemukan potongan gambar mata anak mereka yang sebelumnya telah terpasang di papan tulis.
Aktivitas sederhana ini sukses menghadirkan gelak tawa sekaligus momen haru yang mendalam. Banyak orang tua menyadari pentingnya membangun bonding dengan anak di tengah kesibukan sehari-hari. Setelah menemukan gambar yang tepat, mereka menuliskan untaian harapan dan doa terbaik untuk masa depan putra-putrinya pada lembar refleksi khusus.
Tantangan Matematika Bilingual yang Menegangkan
Keseruan acara semakin memuncak ketika pihak sekolah membalikkan keadaan di dalam kelas. Kali ini, para orang tua harus merasakan langsung atmosfer pembelajaran imersif yang biasa dihadapi anak-anak mereka setiap hari.
Wali murid tidak diperbolehkan meninggalkan ruangan sebelum berhasil menjawab tantangan dari guru. Mereka wajib menyelesaikan soal perkalian, penjumlahan, atau pengurangan yang tersaji penuh dalam bahasa Inggris.
Tantangan tak biasa ini memicu ketegangan yang mengasyikkan di seisi ruangan. Kebijakan unik tersebut terbukti ampuh membuat orang tua lebih memahami serta menghargai proses belajar intensif anak-anak mereka pada program internasional ini. Orang tua yang berhasil menjawab dengan benar langsung mendapatkan doorprize menarik sebelum melangkah keluar kelas.
Selebrasi Prestasi dan Komitmen Karakter
Suasana berubah menjadi penuh kebanggaan saat sekolah mengumumkan peringkat akademik siswa. Tepuk tangan meriah menggema di seluruh ruang kelas saat peraih peringkat satu, hai, dan tiga maju menerima apresiasi atas ketekunan belajar mereka selama satu semester.
Rangkaian acara kemudian berakhir dengan sesi foto bersama dan doa bersama sebagai ungkapan syukur. Melalui inovasi ini, sekolah membuktikan bahwa momentum pembagian hasil belajar dapat menjadi wadah edukasi parenting yang menyenangkan dan inklusif bagi seluruh ekosistem pendidikan.
Kontributor: Imam Setiobudi
Editor: Alafasy



