Ubah Metode Pembelajaran Bahasa Inggris, SD Muhammadiyah PK Banyudono Integrasikan Life Skills Cambridge

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — SD Muhammadiyah PK Banyudono resmi menerapkan pendekatan baru dalam metode pembelajaran bahasa inggris. Sekolah ini mengintegrasikan penguasaan bahasa dengan kecakapan hidup (life skills) berstandar internasional. Langkah tersebut memperkuat komitmen sekolah setelah mengirimkan tiga gurunya dalam pelatihan Cambridge Life Skills in Action di Hotel HARRIS Solo, Selasa (28/7/2026).
Oleh karena itu, pendekatan baru ini menandai pergeseran penting dalam penerapan metode pembelajaran bahasa inggris di tingkat sekolah dasar. Tiga guru Language and Cambridge Program (LCP) SD Muhammadiyah PK Banyudono, yakni Ustadzah FajVinda, Ustadzah Siti Nurohmah, dan Ustadzah Silvi, terjun langsung mendalami strategi tersebut.
Selama kegiatan berlangsung, para pendidik mengeksplorasi integrasi materi Cambridge Global English dengan pengasahan karakter siswa. Akibatnya, proses pembelajaran kini tidak lagi berfokus pada hafalan tata bahasa semata. Sebaliknya, para guru merancang kelas interaktif untuk memicu daya kritis, kreativitas, serta keberanian berkolaborasi pada diri anak sejak dini.
Selain itu, Kepala SD Muhammadiyah PK Banyudono, Pujiono, menegaskan bahwa adaptasi Kurikulum Cambridge merupakan langkah strategis sekolah dalam menjawab tantangan zaman. Menurutnya, penguasaan bahasa asing harus berjalan seiring dengan pembentukan kecakapan hidup.
“Kami ingin guru-guru terus berkembang mengikuti pendekatan pembelajaran internasional. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan di kelas sehingga peserta didik tidak hanya mahir berbahasa Inggris, tetapi juga memiliki kecakapan hidup yang dibutuhkan di masa depan,” ujar Pujiono.
Dorong Keterampilan Berpikir Kritis Anak
Selanjutnya, melalui penguatan metode pembelajaran bahasa inggris berbasis life skills, para guru mengajak siswa untuk aktif berkomunikasi di dalam kelas. Model pembelajaran ini menekankan pada kemampuan siswa dalam memecahkan masalah (problem solving) serta bekerja sama dalam tim.
Di sisi lain, Pujiono menambahkan bahwa partisipasi aktif guru LCP kelas 1 hingga kelas 3 menjadi jaminan kualitas pengajaran di SD Muhammadiyah PK Banyudono. Dengan demikian, langkah ini sekaligus memperkuat posisi sekolah sebagai lembaga pendidikan dasar unggulan yang berwawasan global di wilayah Solo Raya.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan mutu dan inovasi pembelajaran. Kami ingin menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, bermakna, dan berstandar global demi mencetak calon pemimpin bangsa,” ujar Pujiono.
Kontributor: Pujiono
Editor: Alafasy



