Memuliakan Sesama: Masjid Al-Istiqomah Jepara Wujudkan Dakwah Inklusif Ramah Difabel

PWMJATENG.COM, JEPARA — Komitmen untuk menghadirkan rumah ibadah yang setara dan memanusiakan seluruh kalangan kembali ditegaskan oleh Masjid Al-Istiqomah Jepara. Melalui penyediaan fasilitas ramah difabel, masjid ini bertransformasi menjadi ruang spiritual yang inklusif dan bebas hambatan bagi seluruh umat, Ahad (15/2).
Penyediaan jalur landai (ramp), akses kursi roda, serta sarana pendukung lainnya kini telah tersedia secara permanen. Langkah ini menempatkan aspek aksesibilitas bukan lagi sebagai fasilitas pelengkap, melainkan kebutuhan mendasar dalam tata kelola masjid modern yang berkeadilan sosial.
Pengurus Masjid Al-Istiqomah, Agung Wibowo, menyampaikan bahwa inisiatif ini berakar pada tanggung jawab spiritual untuk memastikan setiap Muslim memiliki kesempatan yang sama dalam menghadap Sang Khalik.
“Rumah Allah harus dapat diakses oleh siapa pun tanpa terkecuali. Fasilitas ini adalah komitmen kami untuk memastikan tidak ada jamaah yang merasa terhambat atau terpinggirkan saat hendak beribadah. Kami berharap langkah kecil ini menginspirasi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) lainnya untuk semakin peduli terhadap hak-hak penyandang disabilitas,” ujar Agung.
Upaya ini sejalan dengan pesan mendalam dalam Surah ‘Abasa ayat 1–2, di mana Allah SWT memberikan teguran sekaligus pelajaran berharga tentang pentingnya memuliakan penyandang disabilitas. Selain itu, Surah Al-Hujurat ayat 13 menjadi pengingat bahwa di sisi Allah, kemuliaan hanya diukur dari ketakwaan, bukan kesempurnaan fisik.
[Image showing a modern mosque entrance with a well-designed ramp and a universal access symbol, highlighting the concept of an inclusive place of worship]
Apresiasi mendalam datang dari perwakilan keluarga jamaah difabel, Muslim. Ia mengungkapkan bahwa fasilitas ini membuat keluarganya merasa lebih dimuliakan saat berkunjung ke masjid.
“Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi wujud penghormatan nyata terhadap martabat manusia. Kami merasa sangat dimuliakan karena masjid benar-benar memperhatikan kebutuhan kami agar bisa beribadah secara mandiri dan aman,” tuturnya haru.
Dengan langkah ini, Masjid Al-Istiqomah Jepara tidak hanya berfungsi sebagai pusat ritual, tetapi juga menjadi laboratorium nilai-nilai empati dan keadilan. Inisiatif ini diharapkan menjadi standar baru bagi seluruh pusat dakwah di Jepara dalam menghadirkan kemudahan dan membangun peradaban yang benar-benar rahmatan lil ‘alamin.
Kontributor: Muslim | Humas
Editor: Al-Afasy



