Tanamkan Karakter Spiritual, Ratusan Siswa Antusias Ikuti Manasik Haji Anak SD di MAJT Sawitan
PWMJATENG.COM, MAGELANG – Suasana Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Sawitan Magelang mendadak riuh penuh kehangatan pada Sabtu (7/11/2026). Sebanyak 325 siswa berbalut kain ihram putih berbaris rapi mengelilingi replika Ka’bah.
Ratusan murid kelas 1 hingga 6 tersebut mengikuti simulasi manasik haji anak SD Muhammadiyah Tempuran. Kegiatan edukasi luar ruang ini bertujuan menanamkan nilai karakter dan pembiasaan spiritual sejak usia dini.
Pembentukan Karakter Spiritual Sejak Dini
Rangkaian kegiatan manasik haji anak SD ini diawali dengan pelaksanaan salat Dhuha berjamaah. Seluruh guru dan siswa berbaur memperkuat fondasi keislaman sebelum memulai peragaan ibadah.
Para siswa kemudian mempraktikkan seluruh tahapan ibadah haji secara runtut. Anak-anak memperagakan niat ihram, tawaf mengelilingi Ka’bah, hingga lari-lari kecil atau sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah.
Peserta juga mempelajari prosesi mabit di Muzdalifah dan melontar jumrah di Mina. Selain itu, pembimbing mengenalkan prosesi tahalul serta makna wukuf di Arafah sebagai puncak haji.
Sinergi Bersama KBIHU Amanah Magelang
Kepala SD Muhammadiyah Tempuran, Dwi Harjanti, menegaskan pentingnya manasik haji anak SD sebagai agenda tahunan sekolah. Agenda ini dirangkai sekaligus untuk memperingati Hari Santri.
“Tujuan utama manasik haji anak SD ini agar siswa mengenal rukun Islam kelima melalui praktik langsung,” ujar Dwi Harjanti saat memberikan keterangan.
Sekolah menjalin kerja sama dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) Amanah PDM Kabupaten Magelang. Pembimbing profesional mendampingi para siswa agar memahami materi fiqih haji secara menyenangkan.
Pembimbing KBIHU Amanah, Fatchan Amin, membagikan pengalamannya mendampingi peserta cilik. Menurut Fatchan, metode pendekatan anak-anak membutuhkan kesabaran ekstra dan bentuk praktik yang komunikatif.
Apresiasi Orang Tua dan Antusiasme Siswa
Program manasik haji anak SD ini panen apresiasi positif dari para orang tua murid. Wahono, salah satu orang tua siswa, mengaku bangga atas terselenggaranya pelatihan ibadah praktis ini.
“Anak-anak mendapatkan pembekalan tata cara berhaji sejak kecil. Kami berharap pengalaman ini memotivasi mereka menunaikan haji kelak,” tutur Wahono penuh optimistis.
Keceriaan juga terpancar jelas dari wajah para peserta. Khoirunnisa Vanda, siswi kelas VI, mengaku sangat berkesan bisa mempraktikkan langsung alur manasik haji anak SD di lokasi.
“Saya jadi paham urutan berhaji yang benar. Pengalaman ini membuat saya bercita-cita pergi ke Tanah Suci suatu hari nanti,” ucap Vanda gembira.
Melalui manasik haji anak SD ini, pihak sekolah berkomitmen mencetak generasi muda yang taat beribadah. Pembiasaan ini diharapkan melahirkan alumni yang berakhlak mulia, disiplin, serta berkarakter Islam yang tangguh.
Kontributor: Nurul Abadi
Editor: Akmal



