Berita

Suntik Ilmu Parenting, Lazismu Kota Magelang Rangkul Orang Tua Penerima Beasiswa

PWMJATENG.COM, KOTA MAGELANG – Lembaga filantropi lazismu kota magelang tidak hanya fokus pada pembiayaan pendidikan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Melalui program khusus, mereka rutin menghadirkan para orang tua wali murid setiap dua bulan sekali. Langkah strategis ini bertujuan untuk menyatukan persepsi pola asuh antara pihak keluarga dan anak didik.

Agenda berkala tersebut melibatkan 28 pelajar penerima beasiswa mentari untuk jenjang SMP hingga SMA/SMK. Selain itu, terdapat pula 4 mahasiswa aktif yang mendapatkan sokongan dana lewat beasiswa sang surya. Pihak manajemen mengemas pertemuan berkala pada Ahad (3/5/2026) ini dalam bentuk seminar interaktif.

Membangun Ruang Komunikasi yang Nyaman di Rumah

Untuk mengupas tuntas materi, lazismu kota magelang mendaulat seorang akademisi senior dari Universitas Muhammadiyah Magelang (Unimma), Dr. Rasidi, M.Pd. Dalam paparannya, beliau mengajak para peserta agar aktif memantau dinamika belajar anak. Caranya adalah dengan membangun komunikasi dua arah yang sehat setiap hari.

“Biasakan menjadi orang tua yang nyaman untuk tempat bercerita,” jelas Dr. Rasidi di hadapan puluhan wali murid.

Jangan sampai anak-anak mencari pelarian di luar lingkungan keluarga saat membutuhkan teman bicara. Menariknya, kegiatan parenting yang bertempat di SMP Muhammadiyah 1 Alternatif (Mutual) Kota Magelang ini juga mendapat apresiasi dari pimpinan persyarikatan. Wakil Ketua PDM Kota Magelang, Ustadz Widodo, secara terbuka memuji konsistensi lembaga zakat ini.

Dukungan Moral untuk Orang Tua Tunggal

Ketua lazismu kota magelang, Nugroho Adibroto, menjelaskan bahwa mayoritas penerima manfaat memiliki latar belakang keluarga yang membutuhkan perhatian khusus. Banyak di antara mereka yang berstatus sebagai anak yatim atau kaum dhuafa. Oleh karena itu, kehadiran program pembinaan orang tua berfungsi sebagai penopang mental bagi para wali murid.

Pria yang akrab disapa Nungki ini mencontohkan kisah perjuangan hidup salah satu mahasiswi bernama Sharly. Mahasiswi asal Kaliangkrik tersebut harus indekos di Magersari karena ibunya bekerja mandiri di Yogyakarta sebagai single parent. Melalui forum ini, negara dan lembaga hadir untuk meyakinkan mereka bahwa mereka tidak berjuang sendirian.

Antusiasme Tinggi dan Harapan Masa Depan

Kisah inspiratif lain juga datang dari seorang anak yatim bernama Ilham, murid kelas 5 di MI Muhammadiyah Terpadu Kota Magelang. Sang ibu mengaku sangat terbantu dengan adanya pengasuhan spiritual serta kelas parenting dari lembaga filantropi ini.

Selain mendapatkan dana beasiswa mentari, sang anak kini juga aktif mengikuti kegiatan mengaji rutin di masjid Muhammadiyah setiap akhir pekan. Pada akhirnya, kolaborasi komprehensif ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan dana infaq secara profesional mampu menaikkan martabat serta memutus rantai kemiskinan umat.

Kontributor; Fury F
Editor: ayma

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://akperstg.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/