Mahasiswa FAI UMP Siapkan Atlet Tangguh ke Ajang Internasional Lewat Festival Kampus

PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Kampus Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) mendadak semarak pada akhir pekan pertama Juli 2026. Ratusan mahasiswa berkumpul untuk bertanding, berkompetisi, dan merayakan kebersamaan dalam gelaran Festival Mahasiswa FAI UMP.
Acara yang berlangsung dari tanggal 3 hingga 5 Juli 2026 ini mengusung tema besar “Bertanding, Berpikir, Bertumbuh”. Pihak panitia merancang festival ini tidak sekadar sebagai ajang adu kemampuan fisik. Lebih dari itu, mereka menyediakan ruang refleksi intelektual bagi seluruh sivitas akademika FAI UMP.
Berburu Tiket Porseni Internasional 2026
Ketua Panitia, Tsabit Nur Shofwa, menyampaikan bahwa festival ini memiliki dua misi utama yang saling berkaitan. Pertama, acara ini menjadi wadah silaturahmi untuk merekatkan kembali tali persaudaraan antar-mahasiswa FAI. Kedua, ini merupakan langkah strategis untuk mengasah kemampuan atlet terbaik kampus.
“Kami mempersiapkan atlet-atlet terbaik untuk menghadapi ajang bergengsi, Porseni VII FKPTKIS Jawa Tengah Internasional 2026,” ujar Tsabit dengan penuh semangat di tengah hiruk-pikuk pertandingan.
Pihak fakultas menaruh harapan besar pada momen krusial ini. Melalui Festival Mahasiswa FAI UMP, mahasiswa tidak hanya unggul dalam bidang akademik. Mereka juga harus mampu berprestasi di kancah non-akademik demi membawa nama baik universitas.
Dari Bulu Tangkis Hingga Turnamen Mobile Legends Mahasiswa
Panitia menyusun serangkaian perlombaan yang variatif untuk mewujudkan target besar tersebut. Kompetisi dimulai dari cabang olahraga klasik hingga strategi modern. Pada cabang olahraga fisik, pertandingan futsal langsung memanas sejak babak penyisihan karena setiap tim menunjukkan determinasi tinggi.
Sementara itu, antusiasme peserta bulu tangkis juga sangat tinggi. Kompetisi ini terbagi dalam tiga kategori, yaitu tunggal putra, ganda putra, dan ganda putri. Ribuan suporter yang memadati area lapangan turut menyemarakkan atmosfer kompetisi yang sehat ini.
Menariknya, panitia juga memasukkan turnamen Mobile Legends mahasiswa sebagai salah satu cabang resmi. Keputusan cerdik ini bertujuan untuk menjaring partisipasi mahasiswa yang kurang tertarik pada olahraga fisik. Selain itu, e-sports menjadi medium efektif untuk membangun strategi tim antarangkatan yang selama ini jarang terwadahi.
Dominasi Juara Baru di Arena Lapangan dan Layar kaca
Persaingan sengit pada babak puncak akhirnya melahirkan para juara baru. Pasangan Yafi Angga Mulyana dan Muhammad Fikri Ilham tampil solid hingga meraih juara pertama ganda putra. Mereka berhasil mengalahkan pasangan Ijal dan Alfin yang harus puas di posisi runner-up.
Pada kategori ganda putri, Salsabila Ramadhani dan Farah Naila Maharani keluar sebagai pemenang setelah menunjukkan kerja sama yang kompak. Mereka mengungguli Hidayatul Amalia dan Novalita Atiqa di posisi kedua. Sementara itu, Muhammad Fikri Ilham kembali naik podium sebagai juara nomor tunggal putra setelah mengalahkan Rendy Ilhamsyah.
Aksi saling balas strategi juga terjadi di lapangan hijau. Team Indomie sukses merebut trofi juara futsal setelah menumbangkan Semhas Team lewat laga final yang ketat.
Tidak kalah seru, drama kompetisi di ruang kelas tempat turnamen Mobile Legends mahasiswa berlangsung juga menyedot perhatian. Tim Amba D Tukam keluar sebagai yang terbaik setelah menundangkan strategi tim Pemburu Ayam lewat permainan yang menegangkan.
Evaluasi BEM FAI UMP dan Penutup Berita Berbasis Literasi
Presiden BEM FAI UMP, Aisyah Muhana Muthi, mengapresiasi kesuksesan acara yang berjalan lancar ini. Dia berharap Festival Mahasiswa FAI UMP terus berevolusi menjadi wadah yang lebih besar demi memupuk sportivitas yang luhur.
“Prestasi sejati lahir dari proses panjang, kerja keras, dan kebersamaan yang kokoh,” tutur Aisyah.
Setelah tiga hari penuh kompetisi fisik, BEM FAI UMP menutup rangkaian acara dengan agenda bedah buku yang sarat makna. Mereka menggandeng pegiat literasi dari Labak Baca UMP, Father Jibran, untuk mengupas buku “Pendidikan Kaum Tertindas” karya Paulo Freire.
Diskusi interaktif ini mengkritik praktik pendidikan pasif yang mengabaikan daya kritis mahasiswa. Agenda literasi ini menjadi penutup yang sempurna bagi Festival Mahasiswa FAI UMP. Lewat cara ini, esensi “Bertanding, Berpikir, Bertumbuh” terwujud nyata; mahasiswa tidak hanya berprestasi di lapangan, tetapi juga tajam dalam berpikir kritis.
Kontributor: Ilyas Fachriansyah
Editor: Alafasy



