Berita

Dilirik Pekurban Malaysia, Kurban Muhammadiyah 2026 di Kutoarjo Tembus 10 Ribu Paket

PWMJATENG.COM, PURWOREJO — Sebanyak 10 ribu paket daging kurban muhammadiyah 2026 dibagikan secara masif kepada masyarakat lintas kecamatan di Kabupaten Purworejo pada Rabu (27/5/2026). Distribusi skala besar oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kutoarjo ini menarik perhatian internasional setelah seorang warga negara Malaysia ikut mempercayakan hewan kurbannya kepada panitia lokal.

Oleh karena itu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kutoarjo mencatat lonjakan partisipasi masyarakat yang luar biasa pada Iduladha tahun ini. Dalam agenda besar tersebut, panitia mengakomodasi penyembelihan sebanyak 26 ekor sapi dan 32 ekor kambing. Selanjutnya, panitia menyembelih secara langsung 10 ekor sapi dan 15 ekor kambing di Kompleks Masjid Darussalam Kutoarjo. Sementara itu, mereka mendistribusikan sisa hewan kurban lainnya ke berbagai ranting Muhammadiyah dan amal usaha di seluruh wilayah Kutoarjo.

Melalui langkah taktis tersebut, pengurus berhasil memperluas jangkauan distribusi daging kurban secara signifikan. Akibatnya, panitia mampu membagikan sekitar 10 ribu paket daging kurban kepada masyarakat luas. Selain itu, distribusi masif ini sukses menjangkau sebelas kecamatan sekaligus. Adapun wilayah sebaran tersebut meliputi Kecamatan Kemiri, Bayan, Pituruh, Butuh, Gebang, Banyuurip, Grabag, Purwodadi, Ngombol, Purworejo, dan area sekitarnya.

Kepercayaan Pekurban Internasional

Di sisi lain, aksi kemanusiaan ini ternyata menarik perhatian hingga ke tingkat internasional. Bahkan, salah satu warga negara Malaysia mempercayakan penyembelihan hewan kurbannya kepada panitia lokal. Oleh sebab itu, kehadiran pekurban asing ini menjadi bukti nyata bahwa sistem pengelolaan kurban pcm kutoarjo memiliki kredibilitas yang tinggi di mata publik luas.

Terkait hal ini, Ketua Panitia Iduladha 1447 H PCM Kutoarjo, Dr. Hermawan, M.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas pencapaian luar biasa tersebut. Oleh karena itu, pengurus berkomitmen penuh untuk menjaga integritas pengelolaan ibadah tahunan ini.

“Kami bersyukur ada pekurban dari luar negeri yang mempercayakan penyembelihan hewan kurbannya kepada PCM Kutoarjo. Ini menjadi amanah besar yang harus dijaga dengan sebaik-baiknya,” ujar Dr. Hermawan, M.Pd.I.

Kemudian, Hermawan menambahkan bahwa esensi utama dari kurban muhammadiyah 2026 adalah menyatukan ketaatan spiritual dengan aksi nyata. Oleh sebab itu, pengorbanan tidak boleh berhenti pada ritual penyembelihan semata.

“Melalui pelaksanaan kurban, PCM Kutoarjo mengajak umat Islam untuk memperkuat kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama agar manfaat kurban dapat dirasakan secara luas,” katanya.

Edukasi Kurban Higienis sesuai Syariat

Sementara itu, sukses besar agenda idul adha 1447 h ini bertumpu pada kerja keras ratusan relawan. Sejak pagi hari, proses penyembelihan di Kompleks Masjid Darussalam Kutoarjo sudah berlangsung dengan sangat tertib. Dalam hal ini, panitia melibatkan unsur pimpinan Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah Kutoarjo, organisasi otonom, guru, karyawan amal usaha, hingga warga sekitar.

Dengan demikian, semua elemen bisa berkolaborasi dengan baik untuk menjaga kebersihan area kerja. Selain itu, manajemen kepanitiaan juga menerapkan standar higienitas yang sangat ketat untuk menjamin kualitas daging.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi edukasi tentang penyembelihan hewan kurban yang sesuai syariat, higienis, tertib, dan memperhatikan perlakuan baik terhadap hewan,” jelas Hermawan.

Pada akhirnya, upaya kolektif ini mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pimpinan daerah. Oleh karena itu, Ketua PCM Kutoarjo, H. Moh. Mansur, S.Pd.I., memuji dedikasi seluruh panitia yang bertugas di lapangan. Sebab, kerja sama yang solid menjadi kunci utama keberhasilan syiar Islam di wilayah tersebut.

“Saya mengapresiasi panitia yang telah bahu-membahu bekerja sama dan berkolaborasi sehingga agenda ini dapat terlaksana dengan sebaik mungkin,” ujar H. Moh. Mansur, S.Pd.I.

Sebagai penutup, Mansur berharap dakwah sosial muhammadiyah ini dapat terus menginspirasi masyarakat luas. Oleh karena itu, program keagamaan yang berdampak konkret harus menjadi fokus utama organisasi di masa depan. Dengan cara ini, momentum sakral tersebut sekaligus menjadi perekat solidaritas sosial yang kuat demi mewujudkan kemajuan wilayah Kutoarjo.

Kontributor : Akhmad Maulidin
Editor:  Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/