Kreator Muda Melek AI: FH UNIMMA Sosialisasi Pentingnya HKI di Era Kecerdasan Buatan

PWMJATENG.COM, MAGELANG – Menghadapi pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) bersama Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Magelang menggelar edukasi strategis di SMK Muhammadiyah Salaman, Rabu (25/2).
Kegiatan bertajuk “Hak Kekayaan Intelektual Dalam Era Kecerdasan Buatan: Peningkatan Kesadaran Haki Bagi Gen Z” ini bertujuan membekali siswa agar mampu memanfaatkan AI sebagai asisten kreatif sekaligus memahami perlindungan hukum atas karya mereka.
Pakar Hukum UNIMMA, Dr. Chrisna Bagus Edhita Praja, S.H., M.H., menjelaskan bahwa banyak kreator muda terjebak dalam sengketa merek atau klaim karya karena ketidaktahuan hukum. Ia menekankan bahwa setiap ide kreatif harus memiliki “benteng pertahanan” yang sah.
“Hak Kekayaan Intelektual berfungsi sebagai the guardian atau pelindung utama bagi setiap ide kreatif kalian. Jangan sampai karya hebat kalian diklaim orang lain hanya karena lalai mendaftarkannya,” tegas Chrisna. Ia juga membedah secara praktis perbedaan antara hak cipta, merek, dan paten agar siswa dapat memproteksi karya mereka dengan tepat.
Dari perspektif komunikasi digital, Alan Kusuma, M.I.Kom., dosen Ilmu Komunikasi UNIMMA, menyoroti perubahan algoritma media sosial tahun 2026 yang lebih mengutamakan nilai dan relevansi.
“AI bisa membantu riset dan editing agar lebih efisien, tapi originality tetaplah kunci. Kreativitas kalian harus memiliki identitas kuat agar tidak sekadar mengikuti tren,” jelas Alan. Siswa juga diajak melakukan pemetaan minat serta demonstrasi penggunaan tools AI yang ramah pelajar namun tetap etis.
Wakil Kepala SMK Muhammadiyah Salaman, Anis Kurniati, S.Kom, menyambut hangat inisiatif ini. Menurutnya, bagi siswa vokasi, karya digital seperti desain dan program adalah aset masa depan mereka.
“Ilmu tentang HKI dan AI ini adalah bekal yang sangat mahal sebelum mereka terjun ke dunia industri atau berwirausaha. Kami ingin lulusan kami tumbuh menjadi kreator yang cerdas, inovatif, dan terlindungi secara hukum,” ungkap Anis.
Melalui sinergi ini, UNIMMA berharap para kreator muda dari SMK Muhammadiyah Salaman dapat menjadi pionir inovasi yang adaptif terhadap teknologi namun tetap tegak lurus pada aturan hukum yang berlaku.
Editor: Al-Afasy



