Pertama di Indonesia! Konferensi Internasional IMM Ambil Alih Panggung Akademisi Global
PWMJATENG.COM, BANYUMAS — Banyak pihak sering mengidentikkan forum akademik global dengan para profesor dan peneliti senior. Namun, Konferensi Internasional IMM (Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah) Jawa Tengah berhasil mendobrak tradisi tersebut. Mereka sukses menggelar The 2nd International Conference on Sustainability (ICOS) 2026 bersama Indonesia Youth Research Center (IYORC).
Mahasiswa Muhammadiyah ini menyelenggarakan kegiatan prestisius tersebut di Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) pada Ahad (9/8/2026). Forum ilmiah ini mempertemukan puluhan peneliti muda dari dalam maupun luar negeri. Mereka saling bertukar gagasan mengenai berbagai tantangan menuju masa depan yang berkelanjutan.
Keberanian para mahasiswa menyelenggarakan acara berskala global ini menjadi sorotan utama. Tenaga Ahli Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Drs. Suparto, M.Pd., bahkan memberikan apresiasi khusus. Ia menilai langkah strategis ini sangat patut mendapat dukungan penuh.
“Acara seperti ini biasanya para profesor yang menyelenggarakan. Tapi, ICOS kali ini justru mahasiswa yang menggelar, yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah,” tegas Suparto saat membuka acara.
Suparto menambahkan bahwa forum ilmiah tidak semestinya membatasi kiprah akademisi muda. Mahasiswa harus mengambil peran penting dalam membangun ruang akademik. Mereka juga perlu berani menyampaikan gagasan terkait persoalan global di tengah masyarakat.
Fokus Utama Konferensi Internasional IMM pada Isu Keberlanjutan
Acara bergengsi ini mengusung tema besar “Challenges and Pathways to a Sustainable Future”. Panitia mengangkat tema tersebut karena tantangan pembangunan masa depan kini semakin kompleks. Situasi ini jelas membutuhkan keterlibatan aktif dari generasi muda.
Para peserta membahas secara mendalam sejumlah isu krusial dalam program Sustainable Development Goals (SDGs). Topik diskusi mereka mencakup masalah kemiskinan, pendidikan berkualitas, hingga pola konsumsi yang bertanggung jawab. Selain itu, mereka juga menyoroti dampak nyata perubahan iklim.
Direktur Eksekutif IYORC, Musyafa Syamil Arroyan, S.Pd., memberikan penjelasan lebih lanjut terkait ICOS 2026. Ia menegaskan bahwa forum ini tidak sekadar menjadi tempat berdiskusi. Acara ini juga berfungsi sebagai ruang kolaborasi untuk menghasilkan solusi nyata.
“Tantangan keberlanjutan saat ini makin rumit dan menuntut kerja sama banyak pihak. Oleh karena itu, kami menghadirkan ruang khusus bagi peneliti muda. Mereka bisa mempresentasikan riset dan membangun jejaring lintas negara,” ungkap Musyafa.
Ia berharap isu-isu keberlanjutan ini tidak berhenti pada meja diskusi saja. Para pemuda dari berbagai negara harus mampu melahirkan langkah nyata dan solusi konkret.
Kolaborasi Peneliti Lintas Negara Melalui ICOS 2026
Ketua Panitia ICOS 2026, Muhamad Ichsan Al Fauzi, S.Pd., menyampaikan target utama pencapaian acara ini. Ia menargetkan keterlibatan ratusan peserta dari 10 negara di kawasan ASEAN dan Asia-Pasifik. Hasil utamanya adalah pembentukan jejaring kolaborasi riset antarnegara yang berkelanjutan.
“Sebanyak 100 peserta hadir mewakili berbagai latar belakang dan negara. Kegiatan ini sukses menjadi ruang strategis untuk mempertemukan beragam perspektif global,” jelas Fauzi.
Kehadiran pakar internasional semakin memperkuat keragaman wawasan dalam forum ilmiah ini. Pembicara yang hadir antara lain Andar Nubowo, Ph.D. dan Assoc. Prof. Saefurrohman, Ph.D. dari Indonesia. Ada pula Prof. Melba Agandia Angni dari Filipina.
Selain itu, hadir juga Prof. Madya Ir. Dr. Shamsul bin Sarip dari Malaysia. Assoc. Prof. Min Teah dari Australia turut melengkapi deretan narasumber ahli dalam forum ini.
Kesuksesan Konferensi Internasional IMM ini membuktikan bahwa pemuda mampu memimpin percakapan global. Mahasiswa kini tampil memukau sebagai penggerak ruang akademik sekaligus penghubung penelitian internasional. Lebih dari itu, ICOS 2026 membawa harapan baru bagi kolaborasi riset pemuda dunia dalam mewujudkan masa depan yang berkelanjutan.
Kontributor: Medkom IMM Jateng
Editor: Al-Afasy



