Mahasiswa UMS Dukung Kesehatan Lansia melalui Program PROLANIS Puskesmas Gatak
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Fisioterapis dan Apoteker Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) aktif berkontribusi dalam program PROLANIS di Gatak, Sukoharjo, Sabtu (11/7/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Puskesmas Gatak, BPJS Kesehatan, dan mahasiswa UMS untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama penderita hipertensi dan diabetes melitus.
Sejalan dengan tujuan tersebut, sebanyak 50 peserta dari berbagai desa turut meramaikan kegiatan ini. Sebagian besar peserta merupakan anggota aktif yang rutin mengikuti agenda PROLANIS setiap bulannya.
Implementasi Pembelajaran dan Pengabdian Masyarakat
Dosen pendamping kegiatan, Farid Rahman, menerangkan bahwa PROLANIS memberikan layanan kesehatan berkesinambungan bagi peserta berpenyakit kronis. Oleh karena itu, program ini tidak hanya berfokus pada pengobatan. Sebaliknya, tim medis menitikberatkan pada upaya promotif, preventif, serta pendampingan peserta agar mampu mengelola penyakit secara mandiri.
Bagi mahasiswa UMS, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi sarana implementasi pembelajaran berbasis praktik. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendampingi peserta selama aktivitas fisik sekaligus memberikan edukasi kesehatan guna meningkatkan pemahaman masyarakat.
Manfaat Senam Rutin bagi Penyandang Penyakit Kronis
Sebagai pembuka acara, instruktur memandu senam PROLANIS selama 45 menit. Dalam sesi ini, mahasiswa Fisioterapis UMS mendampingi lansia agar mereka dapat mengikuti gerakan dengan aman dan nyaman.
Secara spesifik, aktivitas fisik rutin memberikan manfaat besar bagi penyandang penyakit kronis. Selain membantu mengendalikan tekanan darah, senam rutin juga meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki sirkulasi darah, serta menjaga kelenturan sendi. Dengan demikian, risiko jatuh pada lansia pun dapat berkurang secara signifikan.
Edukasi Kesehatan dan Testimoni Peserta
Setelah senam selesai, mahasiswa melanjutkan kegiatan dengan penyuluhan kesehatan. Mereka memberikan materi mengenai pentingnya pola makan sehat, kepatuhan minum obat, serta pemeriksaan kesehatan berkala.
Salah satu peserta, Heni Astuti (72), mengaku telah merasakan manfaat program ini selama sepuluh tahun. Hal senada juga disampaikan oleh Suwahyo (76), yang merasa tekanan darahnya kini jauh lebih terkontrol setelah aktif mengikuti kegiatan.
Namun demikian, tim UMS mencatat tantangan baru. Pasalnya, sebagian peserta masih memiliki kesadaran rendah untuk hadir secara rutin, serta adanya kendala transportasi bagi lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Kontributor: Maysali
Editor: Ayma



