KH. Sukahar di Masjid At-Taqwa Jepara: Ilmu Saja Tak Cukup, Kita Butuh Taufik Allah

PWMJATENG.COM, JEPARA – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid At-Taqwa Jepara pada Sabtu (28/2). Menjelang waktu berbuka, jamaah diajak menyelami makna ketergantungan hamba kepada Sang Pencipta melalui kultum Ramadan yang disampaikan oleh KH. Sukahar, Lc., M.P.I., Wakil Ketua PDM Jepara sekaligus Direktur Ponpes Muhammadiyah Nurul Ilmi.
Dalam tausiyahnya, KH. Sukahar menekankan bahwa setiap sujud dan ketaatan yang dilakukan manusia bukanlah semata-mata hasil usaha pribadi, melainkan buah dari Taufik Allah SWT.
KH. Sukahar membedah perbedaan mendasar antara hidayah dan taufik. Menurutnya, hidayah adalah sampainya informasi atau petunjuk kebenaran kepada seseorang. Namun, tidak semua orang yang menerima hidayah lantas dimampukan untuk melaksanakannya.
“Taufik itu lebih dalam. Ia bukan sekadar mengetahui kebenaran, tetapi dimampukan untuk menjalankannya. Banyak yang tahu keutamaan salat malam atau membaca Al-Qur’an, tetapi ketika Allah memudahkan seseorang untuk benar-benar melaksanakannya, itulah taufik,” jelas beliau di hadapan jamaah yang menyimak dengan saksama.
Sebagai pengingat, KH. Sukahar mengangkat kisah Abu Thalib dan Abu Jahal. Keduanya memahami kebenaran dakwah Nabi Muhammad SAW, namun tidak memperoleh taufik untuk beriman. Merujuk pada Q.S. Al-Qashash: 56, beliau mengingatkan bahwa hidayah taufik adalah hak prerogatif Allah.
“Bahkan Rasulullah SAW tidak dapat memberi taufik kepada orang yang paling beliau cintai. Maka, jangan pernah sombong dengan amal yang kita lakukan, dan jangan pula berputus asa dari rahmat-Nya. Tugas kita adalah terus memohon dan berikhtiar,” pesannya.
Kegiatan yang dilanjutkan dengan buka puasa bersama ini menghadirkan suasana hangat. Salah seorang jamaah, Muslim, mengaku sangat tersentuh dengan materi tersebut. “Kultum ini menyadarkan saya bahwa niat baik saja belum cukup tanpa pertolongan Allah. Ini memotivasi saya untuk lebih sering memanjatkan doa Allahumma a’inni ‘ala dzikrika,” ungkapnya.
Ramadan di Masjid At-Taqwa Jepara pun semakin terasa sebagai ruang reflektif; bahwa ibadah puasa bukan sekadar menahan haus, melainkan melatih ketundukan total agar Allah senantiasa menganugerahkan hidayah dan taufik hingga akhir hayat
Kontributor: Muslim | Humas
Editor: Al-Afasy



