Mantan Ketua PWNU Jateng KH Muhammad Adnan Wafat, Duka Mendalam Selimuti Tokoh Muhammadiyah
PWMJATENG.COM, SEMARANG — Tokoh Muhammadiyah menyampaikan duka cita mendalam atas kabar ulama kharismatik KH Muhammad Adnan wafat pada Rabu (7/10/2026) malam. Mantan Ketua PWNU Jateng ini berpulang pada pukul 21.00 WIB dan meninggalkan kesan mendalam bagi banyak kalangan.
Kepergian mantan Ketua PWNU Jateng ini secara mengejutkan memicu rasa duka mendalam di lingkup lintas ormas. Para pimpinan dan kader Muhammadiyah mengenang KH Muhammad Adnan sebagai figur akademisi tangguh yang konsisten menyebarkan kesejukan di tengah masyarakat.
Sekretaris Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Semarang, Suparno, mengungkapkan rasa duka citanya terhadap pakar politik Universitas Diponegoro tersebut. Suparno menilai almarhum sebagai figur kritis yang sangat konsisten menolak kekerasan berbasis agama.
“Almarhum Dr. Muhammad Adnan adalah sosok yang baik, kritis konstruktif terutama jika bicara masalah kekerasan berbasis agama, radikalisme dan terorisme. Beliau juga figur akademisi yang dihormati karena kepakaran dan senioritasnya di FISIP Undip,” ujar Suparno.
Suparno mengenang kolaborasi erat mereka di lingkungan kampus. Selain mengelola Pesantren Kebangsaan, almarhum mengajar Pendidikan Agama Islam di FISIP Undip dan bertugas bersama di Dewan Syari’ah UPZ Undip.
Kesan Humanis Lintas Organisasi
Ketua Lembaga Dakwah Komunitas PWM Jawa Tengah, Dr. H. AM. Jumai, SE., MM., turut merasakan kehilangan serupa. Ia mengenang momen-momen akrab saat berdiskusi bersama almarhum dalam berbagai kesempatan.
“Kesan yang humanis dan penuh keakraban dengan Pak Kyai Adnan. Beberapa kali saya dalam satu ruang diskusi dalam podcast bahkan juga ngobrol santai yang sangat sejuk, inspiratif dan memotivasi kader,” kenang Jumai.
Ia menegaskan almarhum tidak pernah membedakan latar belakang organisasi saat berkomunikasi. Jumai memandang sosok almarhum sebagai Bapak Kebangsaan yang senantiasa mengayomi seluruh kader dakwah dan umat.
Ucapan bela sungkawa mendalam juga datang dari Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Dr. KH. Tafsir, M.Ag. Ia menyampaikan doa terbaik untuk almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
“Atas nama Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, saya menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Dr. KH Muhammad Adnan,” tutur Tafsir. Ia berdoa agar almarhum husnul khotimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah.
Pihak keluarga menjadwalkan prosesi pemakaman KH Muhammad Adnan pada Kamis (8/10/2026) pukul 10.00 WIB. Jenazah almarhum dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Kebangsaan, Kramas, Tembalang, Kota Semarang.
Editor: Akmal



