Berita

Ketua Umum DPP IMM Dorong Kader Tinggalkan Idealisme Semu di DAP

PWMJATENG.COMSEMARANG – Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Riyan Betra Delza, S.Psi., M.Psi., mendorong kader untuk melampaui romantisme sejarah dan meninggalkan idealisme semu dalam Darul Arqam Paripurna (DAP) di Semarang.

DAP IMM mengusung tema “Melampaui Sejarah, Menembus Idealisme Semu”. Forum ini tidak hanya menjadi agenda perkaderan formal, tetapi juga ruang untuk merumuskan arah baru kepemimpinan kader IMM ke depan.

Dalam sambutannya, Riyan menegaskan bahwa penyelenggaraan DAP tahun ini hadir dengan pendekatan berbeda dibandingkan sebelumnya. Menurut dia, peningkatan fasilitas dan manajemen kegiatan memang penting, tetapi kekuatan utama forum ini terletak pada komposisi peserta yang didominasi kader muda usia produktif.

“Namun, kekuatan utama bukan terletak pada fasilitas semata, melainkan pada komposisi peserta yang didominasi oleh kader muda dalam usia produktif. Ini adalah upaya untuk memecah stagnasi sirkulasi elite kepemimpinan nasional yang sempat terjadi,” jelasnya.

DAP IMM Soroti Stagnasi Kepemimpinan

Riyan menyebut DAP kali ini menjadi momentum untuk mendorong pembaruan dalam tubuh organisasi. Ia menilai regenerasi kepemimpinan harus dijalankan secara lebih terbuka, terukur, dan sesuai kebutuhan zaman.

Untuk memperkuat pandangannya, ia menghadirkan hasil Riset Sensus Nasional Kader IMM. Menurutnya, data tersebut penting agar kader mampu melihat kondisi organisasi secara lebih objektif.

Ia menyebut pendekatan berbasis data ini sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran baru dalam tubuh IMM. Dengan demikian, kader tidak hanya bergerak berdasarkan narasi besar organisasi, tetapi juga memahami tantangan nyata yang sedang dihadapi.

Data Sensus Jadi Alarm Organisasi

Berdasarkan hasil sensus tersebut, tingkat perkaderan menunjukkan bahwa Darul Arqam Dasar (DAD) mencapai 71,8 persen, Darul Arqam Madya (DAM) sebesar 59,6 persen, sedangkan kader yang mencapai tahap Darul Arqam Paripurna baru 7,5 persen.

Dari sisi pendidikan, mayoritas kader merupakan lulusan S1 sebesar 66,1 persen, disusul S2 sebanyak 22,1 persen, dan S3 sebesar 3,7 persen. Sementara itu, dari aspek ekonomi, 25,8 persen kader tercatat belum bekerja dan hanya 15,9 persen yang berprofesi sebagai akademisi.

“Kondisi kita sebenarnya tidak seindah yang sering diceritakan dalam narasi-narasi romantis organisasi,” tegas Riyan.

Ia mengingatkan agar kader IMM tidak terjebak dalam idealisme yang tidak berpijak pada realitas. Menurutnya, persoalan rendahnya partisipasi di level paripurna dan lemahnya kemandirian ekonomi kader harus dijawab dengan langkah nyata.

“Jangan sampai kita terjebak pada idealisme semu. Kita butuh solusi konkret, bukan sekadar retorika,” tambahnya.

Melalui DAP ini, Riyan berharap peserta menjadikan forum tersebut sebagai laboratorium intelektual untuk merumuskan kembali peran strategis IMM di tengah masyarakat. Ia menilai langkah DPP IMM menghadirkan sensus nasional kader dapat menjadi pijakan awal menuju organisasi yang lebih presisi, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/